• RSUD Tidak Butuh Ruang Isolasi DBD

    0

         Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, belum membutuhkan ruang isolasi khusus untuk pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) karena belum ditemukan kasus luar biasa (KLB).
    Direktur Badan Layan Usaha (BLU) RSUD-CND Meulaboh dr Akbar Siregar, M.Kes di Meulaboh, Rabu mengatakan, saat ini tidak terlihat adanya tren komplikasi wabah DBD sehingga pihaknya tidak membutuhkan ruang isolasi pasien.
    “Ruang isolasi infeksi di kita memang belum ada dan kita belum terapkan untuk ruangan isolasi kecuali untuk ruangan inpeksi yang spesifik seperti wabah flu burung dan lain-lain yang sifatnya infeksi mewabah,” katanya.
    Akbar menjelaskan, belum ada kebijakan demikian karena belajar dari temuan kasus-kasus pasien penderita penyakit menular belum begitu dominan, apalagi kondisi rumah sakit sebagai rujukan wilayah barat selatan Aceh ini terbatas memiliki tempat.
    Yang terpenting dalam penangganan pasien yang menderita panyakit infeksi adalah kewaspadaan dini dalam proses inspeksi kontrol di rumah sakit. Artinya tenaga medis selalu dianjurkan untuk tetap universal precaution atau melakukan aktivitas sesuai standar operasional prosedur.
    Dia mencontohkan, untuk penanganan penderita HIV Aids di Aceh Barat yang juga banyak, pasien tersebut juga tidak diisolasi karena memang prinsipnya masyarakat biasa, hanya saja mengidap penyakit infeksi diberikan pelayanan pemeriksaan.
    “Jadi kita hanya menjaga saja jangan sampai menginfeksi orang lain dan menjaga jangan kita terinfeksi dia dan memberikan pemahaman kepada pasien. Kalau perlakuan khusus kepada penyakit infeksi ini belum ada,” katanya.
    Meski demikian, kata Akbar, pada prinsipnya ruang isolasi untuk penyakit DBD maupun semacam infeksi penyakit dalam yang dapat menular dibutuhkan rumah sakit setempat, hanya saja belum disiapkan kearah itu.
    Seperti untuk pasien penderita TBC, meskipun penyakit infeksi paru-paru ini sudah disediakan ruangan, tapi tetap saja tidak diisolasi dengan perlakukan khusus, hanya dijaga tidak berdekatan dengan yang lain.
    Dia menjelaskan, sepanjang 2016 belum ditemukan kasus DBD mewabah atau penyakit infeksi lain yang masuk katagori Kasus Luar Biasa (KLB), meski demikian sebagai pemberi pelayanan dirinya meminta kepedulian masyarakat tetap aktif menjaga lingkungan.
    “Ada memang DBD, di ruang penyakit dalam kemarin ada kita lihat satu, tapi tidak aneh karena itu hal biasa. Kita periksa trombosinya rendah, ada deman, maka diagnosis lebih memungkinkan kita sampaikan itu demam berdarah. Untuk sifatnya mewabah kita belum,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com