• Realisasi BPHTB Di Boyolali Lebihi Target

    0

    Boyolali, jurnalsumatra.com – Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Boyolali menyatakan bahwa realisasi Biaya Pajak Hasil Tanah Bangunan (BPHTB) 2015 di Kabupaten Boyolali melebihi yang ditargetkan.
    Kepala Bidang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan BPHTB, DPPKAD Boyolali, Bambang Hermanto, di Boyolali, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya BPHTB 2015 ditargetkan sebesar Rp5,250 miliar, dan realisasinya mencapai Rp12 miliar atau sekitar 228,57 persen.
    “Jadi BPHTB 2015 melebihi target yang telah ditentukan,” kata Bambang Hermanto.
    Menurut dia, tercapainya target BPHTB tersebut karena banyaknya transaksi jual beli tanah di Kabupaten Boyolali. Artinya, suksesnya visi misi Bupati Boyolali yang pro-investasi, dimana banyak investor, baik dalam negeri maupun luar negeri menanamkan modalnya di daerah ini.
    Menurut dia, dengan banyaknya investor masuk tersebut otomatis transaksi jual beli tanah untuk tempat usaha terus meningkat. Hal ini, investor yang mendirikan perusahaan itu, dapat meningkatkan pendapatan BPHTB.
    Selain itu, kata dia, tercapainya target tersebut juga tidak lepas dari meningkatnya nilai jual objek pajak (NJOP) di Kabupaten Boyolali.
    “NJOP atau tanah mengalami kenaikan sehingga BPHTB juga mengalami peningkatan,” katanya.
    Ia mengatakan untuk target PBB di Boyolali 2015 tercapai sekitar 92 persen, yakni dari target Rp29 miliar dapat terealisasi Rp27 miliar.
    Menurut dia, tidak tercapainya pajak PBB tersebut karena terlalu tingginya target pendapatan dari sektor PBB. Pada 2014 target pajak PBB hanya Rp12 miliar, tetapi 2015 dinaikan dua kali lipat lebih menjadi Rp29 miliar atau naik sekitar 241 persen dibanding tahun sebelumnya.
    Ia mengatakan, tidak tercapainya target tersebut karena masih rendahnya kesadaran masyarakat Boyolali untuk membayar pajak PBB dan adanya ganda surat pemberitahuan (SPT) pajak bumi dan bangunan.
    “Sejumlah masyarakat tidak membayar pajak pada waktunya karena tidak tahu arti pentingnya pajak. Mereka juga ada sebagian satu lokasi, tetapi SPT dua. Padahal, realisasinya pembayarannya hanya satu sehingga mengurangi  nilai target pajak PBB, ” katanya.
    Menurut dia, faktor lain juga dipengaruhi petugas pemungut pajak yang kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya, sehingga ada sebagian wajib pajak yang belum tertagih.
    Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi masyarakat yang intinya bahwa uang pembayaran pajak akan dipergunakan untuk memajukan dan membangun Kabupaten Boyolali.
    “Target pajak 2016 ini, senilai Rp28 miliar atau menurun Rp1 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp29 miliar,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com