• Puluhan Wartawan Bantul Studi Banding Ke Mataram

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com – Puluhan wartawan dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan studi banding ke Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat.
    Sebanyak 41 wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik itu dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Kabupaten Bantul Sunarto, SH MM dan diterima Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram I Nyoman Swandiasa bersama pimpinan satuan perangkat kerja daerah (SKPD) terkait.
    Dalam pertemuan itu, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Bantul Sunarto mengatakan, selain untuk menjalin silaturrahim, kedatangan rombongan wartawan adalah untuk menggali informasi tentang peran media dalam pengembangan wisata pantai.

    “Kota Mataram dalam Pulau Lombok pada umumnya selama ini memiliki pengembangan wisata pantai yang tergolong bagus dan sukses,” ujarnya.
    Ia mengatakan, Kabupaten Bantul memiliki sekitar 13 kilomter pantai, antara lain Pantai Parangtritis, Pantai Depok, Pantai Pandansimo dan Gua Cemara.
    “Namun sejauh ini pengelolan pantai-pantai tersebut belum maksimal, karena itulah kami ingin objek wisata itu berkembang seperti di Pulau Lombok,” katanya.
    Di samping itu, lanjutnya, tarif masuk ke objek wisata juga menjadi persoalan sebab masih menggunakan sistem karcis masuk.
    Belum lagi, tarif yang kenakan disesuaikan dengan kodisi atau tingkat kunjungan yang kadang dinilai terlalu tinggi oleh wisatawan.

    “Hal itulah yang juga mempengaruhi turunnya animo wisatawan berkunjung ke objek wisata di daerah kami,” katanya.
    Ia mengakui, selama ini Pemerintah Kabupaten Batul memang belum dapat mengandalkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak hotel dan restoran seperti halnya di Kota Mataram, sebab keberadan hotel dan restoran sangat minim.
    “Kami baru mampu menghimpun retribusi dari karcis pada objek wisata dari kunjungan wisatawan, sehingga pada tahun 2015 PAD yang dihasilkan dari karcis masuk objek wisata itu mencapai sekitar Rp12 miliar,” katanya.
    Sementara dalam sambutannya Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram I Nyoman Swandiasa, mengatakan, Kota Mataram sebagai Ibu Kota Provinsi NTB memiliki sembilan kilometer pantai.
    Kota Mataram memiliki beberapa objek wisata pantai yang menjadi sarana hiburan untuk warga kota Mataram dan sekitarnya, diantara beberapa objek wisata pantai tersebut ada yang berfungsi sebagai obyek wisata religi misalnya Pantai Bintaro dan Pantai Loang Baloq.

    “Selain itu, objek wisata Pantai Ampenan yang mengedepankan suasana Kota Tua Ampenanyang sebagai daya tarik utamanya,” sebutnya.
    Berbicara mengenai peran media, Pemerintah Kota Mataram membangun sinergi dengan media massa dalam mengembangkan sektor-sektor pariwisata yang ada di Kota Mataram.
    Hal ini bisa dilihat dari munculnya rubrik khusus mengenai destinasi wisata pada media-media lokal. Rubrik ini biasanya memuat mengenai beragam objek wisata, baik yang sudah terkenal maupun objek wisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.

    “Dalam hal ini terlihat bahwa peran media dalam mempromosikan objek-objek wisata sangatlah bermanfaat untuk perkembangan pariwisata di Pulau Lombok dan NTB pada umumnya,” katanya.
    Sementara untuk tarif masuk pada sejumlah objek wisata di Kota Mataram masih gratis, dan pengunjung hanya membayar jasa parkir saja.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com