• Puluhan Hektare Sawah Di Lebak Terendam Banjir

    0

    Lebak, jurnalsumatra.com – Puluhan hektare sawah di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten terendam banjir setinggi 1,5 meter dan dipastikan tanaman padi milik para petani  gagal tanam.
    “Sebagian besar tanaman yang terendam air itu berusia 25-30 hari setelah tanam,” kata Among (55), petani warga Desa Cimenteng Jaya, Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Kamis.
    Banjir yang melanda persawahan milik petani itu terjadi pada Rabu (24/2) malam, setelah hujan lebat selama empat jam di daerah itu, dan  mengakibatkan meluapnya Sungai Cisangu.
    Areal persawahan yang terkena banjir di Kecamatan Cibadak antara lain Desa Cimenteng Jaya,Cisangu dan Malabar.
    Diperkirakan puluhan hektar tanaman padi terendam banjir akibat luapan Sungai Cisangu yang menerima kiriman air dari Warunggunung.
    “Jika air banjir itu merendam tanaman padi lebih dari tiga hari maka gagal tanam,” katanya.
    Menurut dia, saat ini petani mengeluhkan banjir tersebut karena kondisi anak Sungai Cisangu mengalami pendangkalan dan perlu dilakukan normalisasi sungai.
    Apabila, jika hujan berlangsung melebihi tiga jam dipastikan meluap.
    “Kami minta Pemprov Banten melakukan normalisasi Sungai Cisangu untuk mengatasi bencana banjir itu,” ujarnya.
    Suhari (55), seorang petani di Blok Cimesir Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku sawah miliknya seluas lima petak terendam banjir hingga kini air tersebut belum surut.
    Ia berharap banjir segera surut sehingga tanaman padi itu bisa diselamatkan sampai panen.
    “Kami berharap pemerintah dapat menyalurkan bantuan benih jika sawahnya itu masih terendam lebih dari tiga hari,” katanya.
    Begitu pula, Arsani (50), seorang petani warga Cisangu Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak mengaku areal sawah miliknya seluas lima petak tergenang air banjir dn dipastikan gagal tanam.
    Ia berharap banjir segera surut karena jika tiga hari terendam air, kemungkinan tanaman padi miliknya mati dan rusak.
    “Kami saat ini belum bisa berbuat apa-apa saat melihat sawahnya tergenang banjir,” katanya.
    Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Asep Suryana mengatakan pihaknya akan mengusulkan bantuan benih terhadap petani yang terkena banjir.
    Bantuan benih kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten agar mereka petani bisa melakukan gerakan percepatan tanam kembali.
    Selama ini, curah hujan sangat deras sehingga beberapa anak sungai di Kabupaten Lebak meluap.
    “Kami menjamin banjir itu tidak menimbulkan produksi pangan di Lebak,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com