• Proyek Pemasangan Rambu Lalulintas Roboh

    0

    Proyek Lampu Jalan Yang Roboh..Lahat, jurnalsumatra.com – Proyek pembuatan marka jalan dan pemasangan serta rehab rambu rambu lalulintas yang telah terpasang beberapa waktu lalu, di sejumlah titik pinggiran jalan dalam Kabupaten Lahat yang dikerjakan oleh pihak dinas perhubungan komunikasi dan informatika Kabupaten Lahat, dipertanyakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Pasalnya, belum lama dipasang sudah roboh, diduga pengerjaannya tidak sesuai dengan spek yang ada.

    Yang mempertanyaakan sa;ah satunya Firdaus Alamsyah, dengan robohnya rambu tersebut, kuat dugaan proyek tersebut tidak sesuai dengan standarisasi dan spesifikasi konstruksi rambu rambu menurut stsndar nasional indonesia (SNI).

    “Kan biasanya lobang cor beton untuk menanam tiang rambu rambu itu, setidaknya lebih dari satu meter, agar tiangnya kuat dan tidak mudah roboh. Lah kalau kena angin saja roboh, berarti pengerjaannya pasti asal asalan saja,” tanya Firdaus.

    Bahkan, kata Firdaus, proyek tersebut tidak jalas, baik itu asal anggaran, maupun proses pengadaan barang dan jasanya. Sebab Ia berpendapat, kalau memang proyek rambu lalulintas itu menggunakan anggaran Negara. Sudah pasti pengerjaannya dilakukan oleh pihak kontraktor dan bukan oleh segelintir pegawai dati dinas perhubungan itu sendiri.

    “Terus, misalnya itu proyek penunjukan langsung (PL), sudah pasti ada nama perusahaan apa yang mengerjakannya, dan kalau memang itu di tender, sudah pasti diumumkan  dan masuk dalam RUP tahun 2015 atau 2016 LPSE Pemkab Lahat, Lucunya lagi, yang mengerjakannya justru orang orang dinas perhubungan itulah,” ucapnya.

    Ia menambahkan, bahwa pada rencana umum pelelangan proyek itu tidak jelas dan mata anggaranya dimana. Kalau itu lelang, lalu kapan pelelangan tendernya. Termasuk juga, siapa kontraktor yang mengerjakannya. Dia meminta agar pihak penegak hukum menindak lanjuti kasus ini. Sebab pihak mana yang harus bertanggung jawab itu harus diusut tuntas, hingga tidak terkesan hanya pemborosan anggaran keuangan negara saja.

    “Silahkan tanyakan Kepada kepala SKPD atau Kabid yang bersangkutan, apa penyebab robohnya rambu rambu itu. Sekalian tanya juga, berapa dan apa saja jenis PCS marka jalan yang dibuat itu. Lalu standarisasi dan Speksnya juga seperti apa. Yang jelas kami akan terus menggugat kejanggalan yang terjadi pada proyek tersebut,” ucapnya.

    Terpisah, Kepala dinas perhubungan Kabupaten Lahat, H. Eduar Kohar, sempat emosi, ketika dikonfirmasi oleh pewarta terkait protes Prabam atas robohnya tiang  dan kejanggalan pengerjaan proyek rambu rambu lalulintas tersebut. Bahkan dirinya enggan menjelaskan, siapa kontraktor, dan perusahaan mana yang mengerjakan proyek “Siluman” itu.

    “Siapa bilang, yang mengerjakan ada kok, kontraktornya, dan yang roboh itu, susah kami benari hingga kemalaman,” jawab Eduar dengan nada sedikit emosi, di sela sela waktu pelantikan pejabat di Gedung Pertemuan, saat dibincangi wartawan. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com