• Produksi Tangkapan Nelayan Karangantu Meningkat

    0

         Serang, jurnalsumatra.com – Produksi tangkapan nelayan di Karangantu, Kota Serang, Banten meningkat selama dua pekan terakhir karena sedang musim ikan akibat peralihan musim.
    “Kami sejak dua pekan ini tangkapan ikan relatif bagus sehingga berdampak terhadap pendapatan ekonomi,” kata Mawi (50), seorang nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu, Kota Serang, Senin.
    Para nelayan mulai menggeliat karena produksi tangkapan melimpah.
    Mereka para nelayan bisa menghasilkan produksi antara dua hingga tiga dengan kapal berkapasitas 12 gross tonnage (GT) akibat peralihan cuaca elnino ke lanina.
    Kebanyakan tangkapan ikan itu merupakan jenis ikan migrasi, seperti kue, tongkol, cumi, kakap, salmon, layur, calang dan lainnya.
    Meskipun cuaca peraiaran Banten bagian selatan memburuk, namun produksi tangkapan meningkat.
    “Kami emapt hari melaut dengan menghasilkan produksi 1,5 ton, padahal biasanya hanya lima kuintal,” katanya.
    Menurut dia, saat ini nelayan yang melaut hanya kapal berkapasitas di atas 12 GT, karena perahu kecil yang menggunakan motor tempel tidak kuat menahan ombak setinggi dua meter dan angin kencang dari arah barat.
    Namun, sebagian besar produksi tangkapan meningkat menggunakan kapal 12 sampai 30 GT.
    “Kami berharap meningkatnya produksi tangkapan ikan bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” katanya.
    Begitu pula nelayan Karangantu lainnya, Sukira (55) mengaku selama ini produksi tangkapan ikan meningkat sehingga bisa memenuhi permintaan untuk kerajinan ikan asin.
    Saat ini, dia bisa menangkap ikan cakalan dan teri bisa menghasilkan 15 bakul dari sebelumnya hanya dua sampai tiga bakul.
    “Kami dua hari melaut cukup menguntungkan, selain jenis ikan besar juga ikan-ikan kecil untuk dijadikan kerajinan ikan asin,” katanya.
    Mulyadi, petugas pelelangan ikan di PPI Karangantu mengatakan selama dua pekan terakhir produksi tangkapan ikan cukup meningkat karena pendapatan nelayan relatif bagus.
    Biasanya, pelelangan ikan hanya beberapa ton, namun kini bisa mencapai 20-30 ton/hari.
    “Kami yakin meningkatnya produksi tangkapan ikan karena adanya migrasi ikan itu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com