• Polres Pagaralam Segera Usut Dugaan Korupsi Bantuan Rumah Miskin

    0

    Pagaralam , jurnalsumatra.com – Polres Pagaralam, segera mengusut dugaan  korupsi bantuan masyarakat miskin senilai Rp3,5 Miliar dan dugaan pungutan liar (Pungli) bantuan renovasi rumah untuk 342  masyarakat kurang mampu sebesar Rp500.000 setiap orang. Demikian diungkapkan Kapolres AKBP Hendra Gunawan SIK Msi melalui Kasat Reskrim AKP Rahmad didampingi Kanit Pidkor Bribka Candra SH, Minggu (15/2)..
    Dia mengatakan,  terkait dugaan penyimpangan dan pungutan  uang  dilakukan pihak terkait bantuan untuk warga miskin ini sudah menyalahi ketentuan yang sudah ditegaskan kementrian sekalu pemberian bantuan, sudah banyak masukan dan data masuk.
    “Mengingat ada  342 Kepala Keluarga (KK) mendapat bantuan setiap mereka di pungut Rp500 ribu jika dijumlahkan semua bisa  mencapai Rp171.000.000, sementara ini masih dalam pengumpulan data,” kata Kapolres pada jurnalsumatra.com.
    Dia mengatakan, Pungli dan penyimpangan ini dilakukan petugas melibatkan semua pihak yang terkait dengan bantuan ini, nanti semua akan dimintai keterangan.
    “Padahal aturan sudah jelas dari  Kementerian Pekerjaan Umum daPerumahan Rakyat (Kemenpupera) sdudah mengingatkan agar elemen yang terlibat dalam membantu penyaluran BSPS  rehab 342 rumah rakayat miskin menegaskan agar petugas lapangan tidak melakuka  pungutan  dalam bentuk dan dengan alasan apun,  kalau tidak ingin diancam pidana, tapi tidak dindahkan.
    “Bantuan perumahan ini memang untuk rakyat miskin jadi tidak ada pungutan dalam bentuk apapun kecuali biaya materai, karena baik yang menerima dan yang memberi bisa terkena pidana,” ujarnya.
    Ia mengatakan, Program ini digelontorkan untuk Kecamatan Dempo Selatan dengan jumlah penerima 342 keluarga di Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam dengan dana mencapai Rp3,5 miliar, setiap warga akan menerima Rp10 juta hingga Rp15 juta dalam bentuk bahan bangunan.
    Sudah mendapat laporan jika ada oknum petugas penyaluran bantuan memungut uang kepada warga miskin Rp500 ribu.
    “Kita lagi kumpulkan data penyimpangan dalam penyaluran bantuan dan hasilnya akan dilanjutkan untuk diproses sesuai dengan aturan,” ujar dia.
    Lanjut dia, pengusutan hanya menunggu pengumpulkan data kalau sudah lengkap tinggal prosresnya berjalan.
    Sementara itui Kepala Bappeda Ir Hj Zaitun mengatakan, bagi  tim tekhnis perogram kementrian ini  untuk dapat menjalankan BSPS di Kecamatan Dempo Selatan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan agar tidak menimbulkan keresahana bagi masarakat.
    “Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau dikenal dengan bedah rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPERA), akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu di Pagaralam terutama di daerah terpencil” kata Ida.
    Zaitun mengatakan, bantuan yang diterima tersebut sebesar Rp  3,5 milyar yang diperuntukkan bagi 342 rumah di wilayah Kecamatan Dempo Selatan beruapa bangunan. (Asa)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com