• Polisi Proses Perempuan Terduga Pengedar Uang Palsu

    0

        Mataram, jurnalsumatra.com – Polisi Sektor Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memproses dua perempuan berinisial AT dan NAO karena diduga menjadi pengedar uang palsu (upal).
    Kepala Polisi Sektor Pagutan Ipda I Wayan Putu Darsana di Mataram, Senin, mengatakan kedua perempuan tersebut berhasil diamankan pada Minggu (21/2) malam, berkat laporan dari masyarakat yang curiga dengan kedua terduga pelaku.
    “Kami berhasil mengamankan keduanya beserta barang bukti uang kertas diduga palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak 171 lembar, satu buku tabungan BCA, satu buku tabungan BRI Britama, sebuah gelang rodium silver bermata permata dan satu amplop coklat tempat menyimpan uang,” katanya.

        Terduga pelaku berinisial AT (26), berasal dari Pulau Jawa, yang mengontrak rumah di wilayah Cakra Negara Kota Mataram, sedangkan NAO (31), diketahui berasal dari Dusun Tawun, Desa Tawun, Kecamatan Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat.
    Keduanya sempat diamankan oleh warga yang mengetahui mereka membawa uang palsu yang disimpan di dalam tas dan hendak mau dipakai untuk belanja di salah satu toko emas di Kelurahan Pagutan.
    Setelah melakukan penangkapan, kata dia, pihaknya kemudian melakukan penggeledahan  di kos terduga pelaku berinisial AT di Jalan Subak IV No 11A, Lingkungan Karang Jangu, Kelurahan Sapta Marga, Cakra Negara, Kota Mataram.

         Dari hasil penggeledahan didapatkan barang bukti sebuah alat pemotong kertas, uang kertas diduga palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak 49 lembar, dua lembar uang kertas palsu yang belum dipotong, 1 amplop coklat tempat menyimpan uang palsu, sebilah pisau cutter merek Joyko, dua buah penggaris besi dan sebuah kardus printer merk Epson tipe L.220.
    Anggota Polsek Pagutan juga melakukan penyitaan 1 unit printer merk Canon Type Pixma iP2770 di Home Stay Raja, Desa Segenter, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (22/2), sekitar pukul 01.30 WITA, atau setelah penggeledahan di kos terduga pelaku AT selesai.
    “Kami melakukan penggeledahan di penginapan tersebut berdasarkan pengakuan dari AT,” ujar Darsana.
    Kedua terduga pelaku terancam Pasal 244 juncto 245 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan dan peredaran uang palsu dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com