• Polisi: Kayu Gelondongan Ditebang Dari Hutan APL

    0

         Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com – Pihak Kepolisian Resort Aceh Barat, Polda Aceh telah membebaskan dua unit mobil truk yang menggangkut ratusan ton kayu gelondongan karena terbukti ditebang dari kawasan hutan Areal Penguna Lain (APL).
    Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Hardy M.K di Meulaboh, Senin mengatakan, tim dari unsur kepolisian berasama saksi ahli dari Dinas Kehutanan telah turun melakukan pemeriksaan untuk mengungkap kebenaran itu.
    “Tim sudah turun, anggota bersama Dinas Kehutanan sebagai saksi ahli melakukan pengecekan terhadap tungkul kayu, jadi setelah dilakukan pemeriksaan secara aturan, ternyata tungkul kayu itu masuk dalam APL,”katanya.
    Pihak Kepolisian Aceh Barat pada Senin (8/2) menangkap dan mengamankan dua unit truk yang menggangkut puluhan kayu gelondongan yang diduga hasil perambahan hutan di Kecamatan Panton Reu, dengan taksiran harga Rp10 juta.
    Kata dia, saat ditangkap sopir dan kernet kedua unit mobil truk tersebut tidak memiliki surat-surat resmi terkait kepemilikan, sehingga enam orang bersama barang bukti diamankan di Mapolres Aceh Barat.
    Sesuai Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) RI Nomor 21 Tahun 2015, pemilik kayu tersebut dikenakan sanksi administrasi, kemudian diwajibkan membayar pajak sebagaimana tertuang dalam Permenhut RI Nomor 44 Tahun 2015.
    “Semua bukti pembayaran administrasi serta pajak sudah ada pada kami, karena itu mereka dibebaskan bersama barang bukti. Jenis kayunya Jabon dan Meranti, sama persis seperti tungkul kayu yang diperiksa,”jelasnya.
    Lebih lanjut dikatakan, meskipun pohon yang ditebang dalam kawasan hutan yang masuk APL tersebut tumbuh sendiri, namun secara aturan tetap harus membayarkan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
    Berkaitan dengan data kepemilikan lokasi APL dan kepemilikan kayu gelondongan tersebut semuanya urusan Dinas Kehutanan, pasalnya instansi tersebut yang menjadi saksi ahli dalam perkara itu.
    Pada kesempatan tersebut, Kasat Reskrim AKP Hardy juga mengomentari terkait penangkapan satu unit mobil tanki industri membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi 24 ton yang terparkir di halaman Mapolres Aceh Barat.
    “Soal mobil itu mengapa ada di depan Polres, itu ditangkap oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dan belum serahterima kepada kami. Kalau mau informasi lebih lengkap, tanya saja pada BIN,”katanya menambahkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com