• Polda Jambi Terkendala Saksi Ahli Kasus Karhutla

    0

         Jambi, jurnalsumatra.com – Penyidik Polda Jambi masih terkendala dalam menunggu kesimpulan saksi ahli dari IPB untuk melengkapi berkas perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tersangkanya dari pihak korporasi atau perusahaan perkebunan.
    “Kami masih menunggu keterangan saksi ahli untuk melengkapi berkas dua perkara karhutla sebelum tahap dua dilimpahkan ke jaksa,” kata Kabubag Penmas Bidang Humas Polda Jambi, Kompol Wirmanto di Jambi Selasa.
    Kendala penyidik kepolisian saat ini adalah belum turunnya keterangan saksi ahli untuk menyimpulkan dua berkas perkara yakni dari PT RKK dan PT Dyera.
    Dalam kasus ini, Polda Jambi telah menetapkan Budi Wibowo, Manajer PT Ricky Kurniawan Kartapersada (RKK), yang berlokasi di Kabupaten Muarojambi sebagai tersangka pembakaran hutan dan lahan dari perusahaan atau korporasi di Jambi.
    Untuk PT RKK dalam kasus Karhutla ini sudah ada dua tersangkanya yakni Budi Wibowo sebagai manajer dan heat officer Munadi.
    Sedangkan untuk korporasi lainnya yang berkasnya sudah dilimpahkan oleh penyidik Polda kepada kejaksaan yakni untuk tahap pertama adalah PT ATGA sedangkan untuk berkas perkara PT TAL tahap II sudah dilimpahkan pada Januari lalu.
    “Khusus untuk berkas perkara PT TAL, berkasnya sudah dilimpahkan tahap II kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) beberapa waktu lalu,” kata Wirmanto.
    Saat ini Polda Jambi dan jajaran kini terus melakukan penyidikkan terkait kasus kebakaran lahan dan hutan. Jika sebelumnya ada empat tersangka dari perusahaan atau korporasi, kini tersangkanya bertambah menjadi enam dan dua tersangka lagi adalah MS selaku Asisten Manager di PT Gemilang Jambi Permai (GJP) dan Budi Wibowo, selaku manager PT RKK.
    Sementara itu, untuk satu tersangka lainnya ditangani Polda Jambi, yang sebelumnya juga sudah ada penetapan tersangka, yaitu dari PT RKK.
    Awalnya dari PT RKK telah ditetapkan dua tersangka, yakni Head Officer, yaitu Munadi dan sekarang berdasarkan dari pengembangan menetapkan Budi Wibowo sebagai tersangka.
    Atas perbuatannya tersangka akan disangkakan 108 jo pasal 113 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan pasal 98 ayat (1) atau pasal 99 ayat (1) jo pasal 118 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com