• PLN Kembali Ujicoba Mesin PLTMG Bangkanai

    0

         Muara Teweh, jurnalsumatra.com – PT Perusahaab Listrik Negara Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah kembali melakukan uji coba mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Blok Bangkanai di Desa Karendan rencananya selama 11 hari ke depan.
    “Tes mesin (reability tes) ini dilakukan sejak Senin (22/2) sore sekitar pukul 15.22 WIB. Jadi listrik di Muara Teweh dan sekitarnya sudah memakai PLTMG,” kata Manajer PT PLN Muara Teweh  Tatok Winarko di Muara Teweh, Senin.
    Tatok mengatakan, tes mesin ini dilakukan pada satu unit dari 16 mesin PLTMG Bangkanai dengan daya keseluruhan mencapai 155 megawatt (MW) yakni untuk menguji ketahanan mesin tersebut sebelum dilakukan operasional secara permanen.
    Satu unit mesin itu berdaya 9,7 MW sedangkan kebutuhan listrik di Muara Teweh dan sejumlah desa sekitarnya hanya 8 MW (malam hari) dan 5-6 MW pada siang hari.
    “Mudahan-mudahan uji coba kedua ini berjalan lancar sehingga target 11 hari ke depan kita menggunakan PLTMG tersebut,” katanya.
    Berfungsinya PLTMG ini selama uji coba, maka PLN Muara Teweh tidak menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), sebelumnya sejak Jumat (19/2) malam di daerah ini dilakukan pemadaman bergilir yang rencananya hingga 4 Maret 2016.
    “Namun selama uji coba PLTMG ini, maka pemadaman bergilir dihentikan mulai Senin malam dan kita harapkan uji coba ini tanpa ada gangguan,” kata Tatok.
    Dia mengakui potensi gangguan di Muara Teweh lumayan besar karena kondisi lingkungan yang dilayani sebagian besar melalui jalur hutan sehingga mempengaruhi kehandalan jaringan dan beban terhadap kehandalan mesin selama masa uji coba.
    “Gangguan itu selain binatang seperti burung yang terjadi pada gangguan uji coba pada awal Pebruari 2016, selain itu  juga robohnya pohon yang menimpa jaringan kabel PLN merupakan hal yang sering terjadi dan menjadi potensi gangguan utama,” jelas dia.
    Dia mengatakan, pihaknya saat ini masih dalam tahap-tahap tes mesin  untuk menerbitkan sertifikat agar beroperasi secara permanen.
    Sekarang masih mengalami kendala ganti rugi lahan untuk pembangunan tower jaringan  saluran udara tegangan tinggi (SUTT) yang masih tersisa 11 buah dari wilayah Barito Selatan menuju ke Tanjung Kabupaten Tabalong, Kalimantan S
    “Jadi kalau jaringan transmisi belum sampai Tanjung, maka masin PLTMG Bangkanai masih belum bisa disalurkan secara maksimal untuk menerangi wilayah Kalsel dan Kalteng. Ditargetkan dalam semester I tahun 2016 diharapkan segera beroperasi secara permanen,” jelas Tatok.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com