• Pertamina Hentikan Distribusi BBM Ke SPBU Aceh Barat

    0

    Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com- PT Pertamina (persero) menghentikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) kepada Stasiuan Bahan Bakar Umum (SPBU) Blang Beurandang, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, karena izin usahanya sudah kadaluarsa.
    Sales Executive Retail PT Pertamina wilayah Aceh Fahri Rizal di Meulaboh, Jumat mengatakan, sepanjang 2016 telah ada empat unit SPBU yang dihentikan sementara pasokan, sementara pada 2015 sebanyak 31 unit karena berbagai macam masalah ditemukan di lapangan.
    “Total semuanya sampai hari ini empat SPBU di Aceh sudah diberikan sanksi dengan cara menghentikan pasokan solar selama dua minggu atau 14 hari. Untuk SPBU Blang Beurandang Aceh Barat kita lakukan mulai besok Sabtu (27/2),” katanya.
    Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan di Kantor DPRK Aceh Barat menyikapi tuntutan pekerja dan masyarakat sekitar kepada managerial SPBU Nomor 14.236.468 Jalan Meulaboh-Tutut, Desa Blang Beurandang, Aceh Barat.
    Permasalahan tahun-tahun sebelumnya bukan pada proses perizinan, tapi pada pelayanan penyaluran karena menjual BBM Subsidi kepada yang tidak berhak ataupun tanpa ada rekomendasi seperti pembelian dalam bentuk jerigen.
    Dia menjelaskan, meski berdampak terhadap ekonomi dalam pendistribusian BBM milik pemerintah tersebut, namun semua itu tetap harus dilakukan karena pemerintah daerah bersama DPRK telah merekomendasikan penghentian distribusi itu.
    “Kalau sudah dieksekusi pemda soal perizinan mereka kembali muncul, maka kita operasikan kembali. Penyetopan distribusi bila memang itu rekom DPRK, Pemda, ya kita laksanakan, karena yang berhak soal izin di daerah adalah pemda” tegasnya.
    Fahriza menyampaikan, masa berlaku izin usaha SPBU tersebut dari pemerintah daerah sudah berakhir sejak 31 September 2015, namun tidak dilaporkan sehingga selama lima bulan terakhir pasokan BBM dari PT Pertamina tetap rutin dilakukan.
    Dalam pertemuan di kantor dewan Aceh Barat ini turut hadir sejumlah karyawan SPBU yang mengenakan seragam kerja serta didampinggi aparat desa Blang Beurandang, sementara managemen SPBU  Nomor 14.236.468 tetap tidak pernah hadir pada setiap acara duduk bersama pemerintah.
    Sementara itu Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli,SE menambahkan, izin yang telah kadarluasa pada perusahaan tersebut tidak akan dikeluarkan perpanjangan selanjutnya oleh pemerintah daerah, termasuk penghentian distribusi elpiji subsidi 3 kg.
    “SPBU Haji Salim di hentikan, termasuk elpijia karena satu paket, DPR mengeluarkan juga dukungan untuk menutupnya. Pemda berkesimpulan tidak akan memberikan izin lagi, kalau masih ada saya di DPRK, tidak kita berikan izin selama-selamanya,” katanya menegaskan.(anjas)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com