• Penderita DBD Di RS SK Lerik Berkurang

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Direktur Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang Dr Marsiana Halek mengatakan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) yang ditangani pada Januari 2016 mengalami penurunan di bandingkan Januari 2015.
    “Tahun ini mengalami penurunan yakni hanya 23 kasus DBD yang kami tangani dibandingkan 2015 yang berjumlah 25 kasus di bulan yang sama,” katanya saat ditemui Antara di Kupang, Rabu.
    Dia menjelaskan dari jumlah kasus DBD yang ditangani itu di bulan Januari 2016 lebih banyak di dominasi oleh anak-anak yang umurnya berkisar dari 12 tahun ke bawah sampai 12 tahun ke atas yang di bulan Januari berjumlah 23 anak.
    Menurut dia, banyaknya anak-anak yang terkena serangan penyakit DBD tersebut terjangkit saat mereka (anak-anak) sedang berada di lingkungan sekolah yang notabene lebih banyak dialami oleh anak-anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
    “Oleh karena itu, para pelajar mulai dari TK sampai SMP diharapkan untuk bisa menggunakan “lotion” antinyamuk agar terhindar dari gigitan nyamuk penyebab DBD, aedes aegypti,” tuturnya.
    Anak-anak sendiri, menurut dia, menjadi rawan terjangkit virus DBD tersebut karena terkadang orang tua menyepelekan hal-hal kecil untuk menjaga agar anak-anaknya tetap terjaga dari serangan penyakit tersebut.
    Lebih lanjut ia menilai, menurunnya angka penderita DBD tersebut membuktikan bahwa masyarakat sudah mulai mengerti akan arti dari menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan cara menerapkan program 3M yakni menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi dan mengubur atau menimbun kaleng bekas.
    Sementara itu Direktur RSUD Prof WZ Johanes drg Dominikus Mere menilai untuk mencegah terjadinya DBD di lingkungan masyarakat perlu dibentuk kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat yang peduli akan kesehatan lingkungan.
    “Mahasiswa-mahasiswa seperti sekolah tinggi ilmu kesehatan, Politeknik Kesehatan dan Mahasiswa di Undana jurusan kesehatan lingkungan juga harus dilibatkan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita,” tuturnya.
    Sebab, katanya, tugas menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas dari tim kesehatan saja, tetapi juga perlu juga masyarakat sekitar yang tinggal dan mengetahui lingkungan sekitar.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com