• Pemkot Bakal Dirikan Pusat Layanan Keselamatan

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Untuk mengatasi kondisi darurat yang terjadi di masyarakat dengan cepat, Pemerintah Kota Palembang bakal mendirikan Pusat Layanan Keselamatan. Pusat Pelayanan Kesehatan ini nantinya akan di gunakan pada saat kondisi seperti bencana dengan banyak korban atau kecelakaan yang menyangkut beberapa nyawa.

    Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Palembang Afrimelda yang mengatakan Pusat Pelayanan Keselamatan tersebut sementara ini akan berada di Kantor Dinkes Palembang. “Sementara ini pemkot telah memproyeksikan sebuah ruangan di kantor Dinkes Kota untuk dijadikan lokasi Public Safety Center (PSC) tersebut,” katanya pada jurnalsumatra.com Rabu (17/2).

    Dinkes Palembang akan memberdayakan tenaga medis yang ada di puskesmas beserta dokter yang berstatus PTT sebagai tim reaksi cepat (TRC) pada tahap awal nanti. Nantinya para petugas medis yang terpilih akan dibuatkan surat tugas menggunakan SK Wali Kota, dengan mengemban tanggung jawab di puskesmas masing-masing.

    “Jadi akan dibuatkan jadwal, misalnya bertugas satu minggu atau satu bulan di PSC, kemudian kembali lagi ke puskesmas seperti biasa. Mengenai tugas tambahan ini, sama sekali tidak ada insentif, sementara untuk dokter PTT, Dinkes Palembang sudah mendapatkan komitmen dari dokter muda,” kata dia.

    Ia mengemukakan dalam waktu dekat pemkot akan membuat layanan pengaduan (call center) yang terintegrasi dengan layanan PSC sehingga beragam kejadian darurat di masyarakat dapat ditangani dengan cepat.Tujuannya tak lain agar lebih banyak nyawa yang diselamatkan dan semakin rendah resiko kecacatan karena diberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat.

    “Pemkot berkeinginan PSC ini seperti (layanan) `911` di Amerika Serikat, jadi petugas yang menerima laporan melalui telepon akan langsung memberikan arahan terhadap korban dan ada tim reaksi cepat yang bisa langsung bergerak ke lokasi untuk penanganan medis,” kata dia.

    Sebelumnya, Direktur Pelayanan Medis dan Perawatan Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin, Dr Alsen, mengatakan dalam pembangunan PSC itu yang terpenting yakni bagaimana instansi terkait dapat saling berkoordinasi dan satu komando.

    “Banyak pola yang bisa dicontoh, seperti di Amerika Serikat yang melibatkan rumah sakit, polisi, pemadam kebakaran, relawan dan warga dalam penanganan keadaan darurat, atau mau seperti Tulungagung (Jawa Timur) yang berada di bawah kendali rumah sakit pemerintah, semua itu terserah dan dapat disesuaikan,” kata dia.

    Namun yang terpenting dalam pendirian PSC yakni bagaimana mengelola pusat komando agar petugas di lapangan dapat bekerja dengan cepat.

    “Kuncinya di `call center`, yakni bagaimana memberikan respon pertama atas laporan pengaduan masyarakat,” kata dia.

    Ketika menerima telepon warga, petugas langsung mengindentifikasi dan dapat memberikan arahan medis pertolongan pertama, kemudian menghubungkan dengan rumah sakit terdekat untuk dijemput atau dikirimkan ambulance.

    “Untuk koordinasi ini perlu banyak latihan, bukan hanya petugas medisnya yang berlatih cara memberikan pertolongan pertama tapi SDM di pusat pengaduannya juga,” kata Alsen.(ria)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com