• Pemkab: Dua Desa Masuk Program Mandiri Pangan

    0

         Kudus, jurnalsumatra.com – Sebanyak dua desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi sasaran program desa mandiri pangan, kata Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Kudus Edi Supriyanto.
    “Awalnya ada empat desa yang menjadi sasaran program desa mandiri pangan,” ujarnya di Kudus, Selasa.
    Sebanyak empat desa tersebut, yakni Desa Wonosoco (Kecamatan Undaan), Desa Tanjungrejo (Kecamatan Jekulo), Desa Ternadi (Kecamatan Dawe), dan Desa Kedungsari (Kecamatan Gebog).
    Akan tetapi, kata dia, saat ini ada dua desa yang sudah bisa mandiri dalam hal penyediaan pangan, yakni Ternadi dan Tanjungrejo.
    Desa Ternadi, kata dia, menjadi sasaran program kawasan desa mandiri dimulai sejak 2010, sedangkan Desa Tanjungrejo sejak 2012.
    Ia mengatakan dua desa lainnya, masih perlu pendampingan hingga benar-benar bisa mandiri pangan.
    Desa yang menjadi sasaran program desa mandiri pangan, kata dia, karena selama ini desa tersebut dianggap belum masuk kategori mandiri pangan, sehingga perlu dibantu.
    Bantuan yang diterima dari pemerintah terhadap desa mandiri, berupa bantuan dana Rp100 juta.
    Bantuan lainnya, yakni berupa pembinaan, pelatihan, bimbingan konseling, dan pemasaran.
    “Desa juga mendapatkan bantuan dari dinas terkait, terutama dalam hal pemasaran produk yang dihasilkan akan dibantu Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus,” ujarnya.
    Ia mengatakan bantuan dana akan diberikan kepada kelompok masyarakat yang membentuk kegiatan usaha.
    Masing-masing kelompok, kata dia, diwajibkan membuat perencanaan usaha, sehingga pemanfaatan dananya lebih jelas dan terarah.
    Adapun indikator desa yang dianggap bisa mandiri dalam hal ketersediaan pangan, di antaranya jumlah anggota kelompok usaha di desa setempat semakin bertambah dan aktivitas usaha di desa setempat juga semakin bertambah.
    Kegiatan usaha yang mulai berkembang di Desa Ternadi berkat pendampingan selama menjadi sasaran program desa mandiri pangan, yakni usaha pengolahan kopi dari sebelumnya dijual dalam bentuk bahan baku, kini dijual dalam bentuk kopi bubuk.
    Dalam rangka mendukung desa mandiri pangan, Kantor Ketahanan Pangan Kudus juga menyediakan gerai untuk memasarkan aneka produk hasil produksi masyarakat pedesaan.
    “Kami terbuka jika ada warga desa yang ingin memasarkan produknya,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com