• Oknum HMI Divonis Tiga Bulan Penjara Di Pekanbaru

    0

          Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru memvonis empat terdakwa oknum anggota Himpunan Mahasiswa Islam dengan tiga bulan kurungan penjara atas kepemilikan senjata tajam.
    Ketua majelis hakim, Rinaldi Triandoko saat membacakan putusan di Pekanbaru, Selasa sore menyatakan bahwa keempatnya terbukti bersalah atas kepemilikan senjata tajam selama pelaksanaan kongres HMI ke 29 di Gedung Gelanggang Olahraga Pekanbaru pada 2015 lalu.
    “Menjatuhkan pidana tiga bulan kurungan,” ujar Rinaldi membacakan putusan.
    Hakim menilai bahwa perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
    Putusan tersebut lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut keempatnya kurungan enam bulan penjara. Atas putusan tersebut JPU dan Terdakwa sama-sama menyatakan pikir-pikir.
    Sebelumnya, keempat terdakwa yang menjadi Rombongan Liar (Romli) dalam Kongres HMI diamankan oleh aparat kepolisian gabungan Polresta Pekanbaru dan Kepolisian Daerah Riau. Mereka kedapatan membawa dan menyimpan senjata tajam, di antaranya sangkur, anak panah diduga beracun, dan ketapel.
    Keempat terdakwa tersebut adalah Darmansyah (23), Jurman (23), Harianto (23), dan Arsyad (19). Dalam persidangan sebelumnya, terdakwa sempat meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim.
    Permohonan keringanan itu disampaikan terdakwa terkait statusnya mereka sebagai mahasiswa yang masih menjalani masa perkuliahan di universitasnya masing-masing.
    Dalam perkara ini, selain keempat terdakwa, terdapat empat terdakwa lainnya yang saat ini menjalani persidangan dengan berkas terpisah.
    Keempat terdakwa tersebut berkasnya ditangani oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Riau dengan majelis hakim berbeda. Keempatnya kini masih menunggu sidang tuntutan dan vonis.
    Sebelumnya kongres HMI ke 29 yang diselenggarakan di Kota Pekanbaru pada November 2015 silam menjadi sorotan publik. Hal itu disebabkan selama kongres terjadi sejumlah kerusuhan yang menyebabkan sejumlah kerusakan fasilitas publik. Puncak kerusuhan tersebut terjadi ketika salah seorang panitia mengalami luka setelah tertombak anak panah.
    Hasilnya polisi melakukan penyisiran dan menemukan sejumlah senjata tajam seperti badik, panah, pisau dan sejumlah senjata yang diberi racun. Seluruh senjata tajam itu didapat dari tangan oknum rombongan liar HMI yang mengikuti jalannya kongres.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com