• MUI Malut Laksanakan Program Sapa Masyarakat

    0

    Ternate, jurnalsumatra.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Utara (Malut) pada 2016 melaksanakan program menyapa masyarakat, sebagai salah satu upaya mencegah berkembangnya aliran sesat dan ideologi radikal di masyarakat.
    “Program menyapa masyarakat ini dilaksanakan dengan cara menerjunkan para anggota MUI, termasuk tokoh agama dan pejabat dari instansi terkait ke masyarakat untuk memberikan pemahaman agama serta informasi terkait dengan aliran sesat dan faham radikal,” kata Ketua MUI Malut, Yamin Hadad, di Ternate, Selasa.
    Sarana yang dimanfaatkan dalam program masyarakat tersebut adalah khotbah shalat Jumat, majelis taklim dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya, termasuk yang dilaksanakan organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan.
    Menurut Yamin , melalui program tersebut diharapkan masyarakat semakin memahami tuntutan agama yang sebenarnya serta tidak mudah terpengaruh dengan pihak-pihak mengajarkan ajaran sesat dan ideologi radikal atau yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
    MUI Malut juga terus memanfaatkan media sosial, terutama media sosial dan media massa, khususnya radio ataukoran untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai ajaran agama yang benar.
    Pengalaman selama ini mereka yang terjebak dengan aliran sesat atau faham radikal adalah kurangnya pemahaman mengenai ajaran agama yang benar.
    Ia mengatakan, MUI Malut terus melakukan pemantauan terhadap semua aktivitas keagamaan di daerah ini dan jika melihat ada yang tidak sesuai dengan tuntutanan agama langsung dikaji dan disikapi, seperti yang dilakukan pada 2015.
    Pada 2015, MUI Malut menemukan ada dua organisasi yang muncul dengan membawa nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam yakni Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan Syiah Jafariah.
    “Setelah MUI Malut melakukan pengkajian terhadap kedua organisasi itu akhirnya mengeluarkan fatwa sesat kepada keduanya. Jadi khusus untuk Gafatar, sejak 2015 MUI Malut sudah menyatakannya sesat dan bersyukur kini tidak ada lagi di wilayah Malut,” kata Yamin Hadad.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com