• Mantan Gafatar Minta Modal Usaha

    0
    Mantan Gafatar Minta Modal Usaha

    Belman

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pasca pemulangan 40 warga Sumatera Selatan yang tergabung dalam Gafatar. Kini mantan anggota Gafatar minta pemerintah memperhatikan nasibnya. Pasalnya, 40 eks Gafatar tersebut tidak memiliki modal lagi untuk berusaha seperti yang sebelumnya di jalani di Kayoung Utara, Kalimantan Barat.

    Salah satu mantan anggota Gafatar Ikhsan berkeluh kesah, “Sebelum saya berangkat kesana, semua aset yang ada di Palembang saya bawa kesana untuk dijadikan modal. Tapi belum menikmati hasilnya kami tak tahu asal muasalnya apa yang kami kerjakan dilarang oleh pemerintah,” ujar Ikhsan Rabu (10/2).

    “Harapan kami setelah kami dipulangkan, pemerintah pikirkan juga nasib kami. Karena kami tak punya modal lagi disini,” sambung warga Talang Kelapa ini.

    Iksan yang mengaku  asal Nangrueh Aceh Darussalam (NAD) dan beristrikan orang Palembang tak menyangka dirinya akan kehilangan lahan pertanian yang ia garap. Dijelaskannya, kelompoknya mendapatkan lahan seluas 60 Hektare namun yang baru tergarap baru 8 Hektare.

    Dari aset yang dimilikinya dirinya mengaku mengalami kerugian sekitar 500 Jutaan. “Kita tidak ada modal lagi disini, bahkan hasil dari lahan yang kita garap selama ini belum bisa dinikmati,” pungkasnya.

    Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan kembali memfasilitasi warga mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) berkumpul bersama keluarganya di daerah ini setelah bertahun-tahun tak bertemu.

    “Pada awal Februari ini telah di fasilitasi 10 mantan anggota Gafatar dari Boyolali, Jawa Tengah, kini dalam perjalanan menggunakan bus kembali difasilitasi 28 orang lagi dari Cibubur, Jakarta Timur, ke sejumlah daerah dalam Provinsi Sumsel,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Sumatera Selatan, Belman Karmuda di Palembang, Selasa(9/2/2016).

    Menurut dia, sesuai instruksi Gubernur Sumsel Alex Noerdin, pihaknya bersama tim dari SKPD lainnya memfasilitasi mantan anggota Gafatar untuk kembali ke provinsi berpenduduk 8,6 juta jiwa ini berkumpul bersama keluarga yang ditinggalkan selama bertahun-tahun.

    Jika mantan anggota Gafatar menginginkan kembali ke Sumsel akan dibantu, namun jika tetap memilih untuk tetap berada di sejumlah daerah di Pulau Jawa dengan alasan takut dimusuhi atau ditolak masyarakat di tempat tinggalnya yang lama di daerah ini pihaknya juga tidak akan memaksa, katanya.

    Dia menjelaskan, warga Sumsel mantan anggota Gafatar yang kini difasilitasi pemulangannya ke daerah ini, ditampung sementara untuk pembinaan beberapa hari di Trauma Center dan panti sosial di Kota Palembang, sebelum kembali ke keluarga mereka masing-masing di sejumlah daerah dalam provinsi ini.

    Melalui upaya tersebut diharapkan mantan anggota Gafatar tersebut dapat kembali menjalani kehidupan sosial secara normal dan tidak lagi terpengaruh dengan organisasi yang aktivitasnya mengarah pada aliran yang dapat menyesatkan dan bertentangan dengan hukum, ujar Belman. (yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com