• LEGISLATOR: Cetak Sawah Kebutuhan Mendesak

    0

    Sampit, jurnalsumatra.com – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rudianur menilai cetak sawah baru di daerah itu merupakan kebutuhan yang mendesak.
    “Kita sudah lama mengusulkan cetak sawah baru itu, namun belum terealisasi,” katanya di Sampit, Jumat.
    Belum diberikannya izin cetak sawah baru tersebut membuat Kotawaringin Timur (Kotim) kesulitan memenuhi kebutuhan beras. Pemerintah pusat diharapkan dapat mempermudah pemberian izin khusus untuk perluasan lahan sawah.
    “Bagaimana kita dapat memperkuat ketahanan pangan jika untuk memperluas sawah saja dipersulit,” katanya seraya berharap pemerintah pusat dapat melihat kondisi sebuah daerah, agar daerah bisa mengelola dan mengembangkan potensi yang ada.
    “Lahan untuk cetak sawah di Kotim cukup tersedia. Hanya saja pemerintah pusat mempersulit penerbitan izin, dengan alasan berada dalam kawasan hutan produksi,” ucapnya.
    Rudianur mengatakan, alasan pemerintah pusat selama ini sangat tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, sebab lahan yang mereka klaim kawasan hutan produksi tersebut merupakan hanya sebuah hamparan yang tidak ada pohonnya.
    Sementara itu, Penjabat Bupati Kotim Godlin mengatakan pada 2016 ini pemerintah daerah rencananya akan mencetak sawah seluas 50 ribu hektare.
    “Cetak sawah baru seluas 50 ribu hektare tersebut tidak satu hamparan pada satu lokasi, namun akan dicetak secara tersebar di 17 kecamatan yang ada di Kotawaringin Timur,” katanya.
    Penambahan luasan sawah di Kotim sudah lama direncanakan, namun terkendala perizinan, dan baru sekarang bisa dilaksanakan setelah mendapatkan izin dari pemerintah pusat.
    “Kami optimis jika luasan sawah di Kotim bisa terwujud maka target swasembada beras bisa terpenuhi,” katanya.
    Selain diyakini dapat berswasembada beras, cetak sawah baru juga dapat mengatasi kekurangan beras yang selama ini dialami Kotim.
    “Produksi beras Kotim dalam setahun sebanyak 39 ribu ton, sementara kebutuhan dalam setahun sebanyak 49 ribu ton, jadi masih mengalami kekurangan beras kurang lebih 10 ribu ton,” katanya.
    Godlin mengatakan, luasan sawah di Kotim saat ini mencapai 27 ribu hektare, namun dari total luasan itu yang produktif hanya 14 ribu hektare.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com