• LAM Cegah Pemukulan Mahasiswa Jadi Konflik Suku

    0

    Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau berupaya mencegah kasus pemukulan terhadap tiga mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji melebar menjadi konflik antarsuku.
    Ketua LAM Kepri Abdul Razak di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan potensi konflik antarsuku tertentu berpeluang terjadi bila permasalahan tersebut tidak ditangani secara bijaksana.
    “Kami terus bergerak untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kami minta semua pihak menahan diri, tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum,” ujarnya.
    LAM juga melakukan koordinasi dengan pihak Polres Tanjungpinang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
    LAM tidak mencampuri proses penegakan hukum, melainkan menjaga Tanjungpinang agar tetap kondusif.
    “Kami minta ada upaya pencegahan, dan ditangani secara bijaksana,” ucapnya.
    Dia  mengingatkan semua pihak, terutama yang tidak mengetahui secara jelas kasus itu, tidak memberi pernyataan atau pun penafsiran yang dapat memperkeruh suasana.
    “Jangan membuat pernyataan atau penafsiran yang dapat memancing emosi pihak lain,” katanya.
    LAM juga sudah menjamin tiga mahasiswa yang ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, menjadi tahanan kota, karena mereka harus berkuliah, sedangkan seorang Satpam STISIPOL Raja Haji tetap ditahan.
    Mahasiswa yang ditetapkan tersangka karena mencabut patok lahan yang diklaim oleh Hengky Suryawan yakni Ha, Fa dan Pu. Sedangkan An merupakan Satpam STISIPOL.
    Mereka juga korban dari aksi pemukulan yang dilakukan sejumlah pemuda yang diperintahkan untuk menjaga patok lahan tersebut.
    Sementara dua pelaku pemukulan terhadap mahasiswa dan Hu, orang yang mendapat surat kuasa dari Hengky Suryawan ditahan pihak kepolisian.
    Hengky memiliki sertifikat atas lahan tersebut, namun tidak dapat menunjukkan di mana lahan yang diklaim miliknya.
    “Saya menyayangkan STISIPOL tidak mengurus hibah atas lahan yang diberikan Pemkab Bintan selama bertahun-tahun lalu. Seharusnya ini diperhatikan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com