• Lagi, Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD Kayuagung

    0

    Kayuagung, jurnalsumatra.com – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung kembali disorot. Kali ini pelayanan buruk dirasakan keluarga almarhumah Lasiem (47) warga kelurahan Tanjung Rancing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

    Pada dasarnya, pihak keluarga mengikhlaskan kematian ibu empat orang anak ini. Namun, yang menjadi sesalan dari keluarga yakni tindakan medis dirasakan mengecewakan dari rumah sakit yang dinilai membiarkan pasien sehingga menyebabkan kematian.

    Seperti yang diungkapkan NR yang merupakan anak dari almahumah Lasiem, Senin (29/2/2016), kejadian berawal dari ibunya yang tidak sadarkan diri di rumahnya, Sabtu (27/2/2016).

    Waktu itu, lanjut NR, ibunya mengalami muntah-muntah lalu setelahnya pingsan. Mendapati kondisi yang mengkhawatirkan, sekira Pukul 17.00 WIB NR beserta keluarga langsung membawa Ls ke RSUD Kayuagung.

    NR melanjutkan, di rumah sakit, ibunya mendapatkan perawatan medis di ruang UGD, setelah itu pasien di masukan di ruang kelas saraf, dengan kondisi pasien yang sudah kritis pihak keluarga meminta untuk dirawat ruang ICU, namun permintaan pihak keluarga ditolak dan pasien masih dibawa ke ruang kelas saraf.

    Tidak putus asa keluarga melihat kondisi pasien yang sudah kritis berulang kali meminta untuk pasien dibawa ke ruang ICU, dan akhirnya pada hari minggu keluarga kembali meminta untuk  pasien dibawa ke ICU namun hasil tidak berubah masih tidak boleh.

    Akhirnya salah satu keluarga siang itu menghubungi Direktur RSUD untuk meminta pertolongan memindahkan pasien ke ruang ICU agar mendapatkan pelayanan yang maksimal.

    Lalu berdasarkan dari intruksi Direktur RSUD Kayuagung pasien bisa di pindahkan ke ruang ICU dan langsung mendapatkan pelayanan medis, sayangnya tidak lama pasien masuk ke ruang ICU kondisinya kembali kritis dan akhirnya pasien menghembuskan nafas terakhirnya.

    “Kita pihak keluarga ikhlas dengan kepergian ibunda kami, namun yang kami sayangkan kenapa pelayanan RSUD seperti itu, yang namanya meninggal itu sudah ajal.  Namun kalau pelayanan rumah sakit itu maksimal pasti kami tidak ada penyesalan, padahal waktu untuk biaya perawatan pihak keluarga menggunakan Fasilitas umum bukan menggunakan BPJS ataupun Jamkesmas,” keluh NR.

    Ditambahkannya sebelumnya pihak keluarga sejak pertama masuk rumah sakit dengan melihat kondisi almarhumah seakan- akan menunggu ajal terlebih lagi dengan mendapatkan pelayanan yang tidak maksimal.

    Bahkan pada waktu kami masih di ruangan kelas saraf berulang kali meminta kepada yang jaga untuk melihat dan memeriksa kondisi kesehatan ibu, tetapi selalu mendapatkan jawaban iya nanti namun setelah ditunggu-tunggu tidak juga datang.

    Kami minta dari pemerintah daerah agar bisa untuk memperbaiki pelayanan RSUD Kayuagung demi kemaslahatan masyarakat.

    Menanggapi hal tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten OKI H.Husin,SPd, MM mengatakan, akan segera menindaklanjuti atas laporan ini, sebab kita perlu ketahui dulu apakah saat penanganan terhadap pasien telah sesuai dengan SOP pelayanan medis atau karena disebabkan perilaku si SDM petugas RSUD Kayuagung yang tidak benar.

    Selain itu, kata dia, saya akan cek dulu hasil laporan dari direktur RSUD Kayuagung, jika memang ditemukan kelalaian dan tidak sesuai SOP atau memang perilaku si petugasnya tidak benar maka akan kita tertibkan karena seharusnya masalah pelayanan publik dimanapun itu harus lebih diutamakan apalagi menyangkut nyawa seseorang.(ata)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com