• Keprofesionalan Jaksa Dipertanyakan Terkait Pengunduran Sidang Dosen

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Lawan Mafia Hukum (GLMH) Sumatera Barat, mempertanyakan keprofesionalan Jaksa Penuntut Umum, terkait dua kali diundurnya sidang tuntutan perkara pembunuhan yang dilakukan oknum dosen Unand “IK”, terhadap istrinya “DY”.
    “Keprofesionalan jaksa dipertanyakan dengan diundurnya sidang pembacaan tuntutan itu sampai dua kali, semestinya jaksa telah siap dengan tuntutannya,” kata Koordinator GLMH Sumbar, Miko Kamal di Padang, Rabu.
    Sebelumnya, sidang tuntutan hukuman dari JPU Kejaksaan Negeri Padang terhadap “IK” itu telah diundur sebanyak dua kali. Pertama pada Rabu (3/2), ke dua saat ini (Rabu (10/2), dan akan dilanjutkan Senin (15/2).
    Miko berpendapat bahwa jaksa memang perlu mempelajari untuk menyusun tuntutannya, hanya saja tidak perlu sampai diundur beberapa kali.
    Karena, lanjut Miko, JPU sejak awal seharusnya sudah dapat menilai perkara tersebut.
    Dimulai sejak penerimaan berkas dari penyidik kepolisian, dakwaan, serta keterangan saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan.
    Ia mengatakan dengan ditunda-tundanya sidang itu akan memperlambat ditemukannya kepastian hukum. Terlebih bagi pihak keluarga korban.
    “Beberapa pihak yang telah menunggu tuntutan itu tentunya akan kecewa, terlebih bagi pihak keluarga korban,” ujarnya.
    Sementara JPU Kejaksaan Negeri Padang, Sudarmanto, Dewi Elfi Susanti Cs, mengatakan kembali diundurnya sidang itu karena pihaknya masih memerlukan waktu untuk menyusun tuntutan.
    “Kami minta pengertian dari pihak keluarga karena ini bukan perkara biasa. Perlu waktu untuk menyusun tuntutan secara cermat, dan sejelas mungkin agar nanti tidak terpatahkan,” jelas Sudarmanto.
    Pada bagian lain, perbuatan terdakwa itu dilakukan pada Sabtu 4 April 2015, di Jalan Koto Marapak, Olo Ladang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Karena kehilangan akal mengetahui isterinya tewas, terdakwa membawa jasad DY hingga ke Provinsi Jambi.
    Hingga akhirnya jasad DY ditemukan dalam mobil Suzuki Katana di SPBU Singkut, Provinsi Jambi, pada Minggu 5 April 2015. Sementara terdakwa ditemukan dalam toilet SPBU dalam keadaan tak sadar, karena nekat meminum obat nyamuk.
    Berdasarkan dakwaan jaksa perbuatan terdakwa dijerat dengan Pasal 340, Pasal 338, Pasal 354 (2), serta Pasal 351 (3) KUHP.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com