• Kematian Intan Janggal

    0
    Kapolres Lahat, AKBP Yayat Popon Ruhiyat, SIK

    Kapolres Lahat, AKBP Yayat Popon Ruhiyat, SIK

    LAHAT, jurnalsumatra.com – Kasus gantung diri yang menimpah Intan Widyasari seorang siswi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Lahat, yang terjadi pada 25 Januari 2016, dikosannya dibilangan Kelurahan Bandar Agung. Peristiwa tersebut, diketahui sekitar pukul 13.00 WIB, belum lama ini, setelah dilihat dan dipelajari secara seksama, maka, diduga ditemukan kejanggalan.

    “ Diduga meninggalnya korban tidak wajar, setelah dipelajari dan dibawa untuk dikuburkan, ditemukan hal-hal kejanggalan dan banyaknya bekas-bekas penganiayaan. Telah menyerahkan kasus ini kepada lembaga hukum dan LP3A,” ujar Nopran secara tegas, Selasa (9/2).

    Sehingga, menyebabkan wakil rakyat angkat bicara. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Nopran Marjani SPd mengawal dan meminta agar kasus ini segera dituntaskan.

    Sebab, menurut politisi dari partai Gerindra, kasus ini harus tuntas, jangan sampai pelaku berkeliaran di kota lahat, dan kepada pihak berwajib untuk bertindak tuntas dan DPRD akan mengawasi perkembangan kasus ini.

    Bahkan, sambung Nopran, apakah motif bunuh diri atau ada hal-hal lain, sehingga dapat dilindungi. “Intan Widyasari, gantung diri di rumah kosan, orang tua jangan khawatir, sebab lembaga LP3A dan lembaga hukum agar segera bertindak cepat,” cetusnya lagi.

    Sementara itu, Haerunsyah Putra SH, Kantor Hukum Abdi Hukum sekaligus Kuasa Hukum Keluarga Intan Widyasari menyampaikan, akan dikawal kasus ini, apakah bunuh diri atau ada motif lain, sama-sama DPRD Provinsi dan Kabupaten Lahat, LP3A, menjadi antensi publik.

    “Foto-foto yang ada tidak mungkin bunuh diri, oleh sebab itu, sama-sama menyelesaikan kasus ini sampai tuntas. Terlebih lagi, korban masuk dalam anak-anak,” imbuhnya.

    Ketua Lembaga Pemerintahan Perlindungan Perempuan dan Anak (LP3A) Kabupaten Lahat, M Aplitara SH menyebutkan, kasus intan ini sudah menunggu, dengan adanya pihak keluarga dan pengacara siap membantu, sehingga kasus ini dapat diselesaikan cepat.

    “harapan kami pihak Polres segera action agar terungkap, kalau bunuh diri apa menjadi penyebabnya, lP3A siap mendampingi hingga ke pesidangan untuk mengawal kasus yang terjadi belum lama ini,” ujar Aplitara.

    Terpisah, Kapolres Lahat, AKBP H Yayat Popon Ruhiyat Sik mengungkapkan, pihak Polres akan mengungkap kebenaran dari peristiwa tersebut, bisa memahami terhadap kasus tersebut. Sesegera mungkin dapat diungkap secara tuntas.

    “Menguatkan saja, ada mencurigakan akan dianalisasi dan proses tentunya pola penyedilikan dari hasil visum, bekas sulutan rokok, akomodir dan koordinasi temuan dokter dan perlu cek ulang lagi,” ujar Kapolres.

    Nah, untuk menentukan apa penyebab kematian tersebut, sambung perwira tinggi krops coklat ini, gantung diri maupun faktor lain, maka, hasil dari visum menetapkannya, apakah dibuh dahulu baru digantung termasuk lebam-lebam, dan diperiksa dengan detail.

    “Sepakat harus diungkap kebenaran dan dipertanggungjawabkan, berjuang mengungkap motif dari peristiwa Intan, kami perlu informasi tambahan dari pihak keluarga maupun pengacara korban sendiri,” terang Yayat Popon.

    Berita sebelumnya, Pasalnya, disebuah kamar kostan milik Nerlela ditemukan sosok Intan  (17), yang diduga siswi kelas 1 SMKN 2 Lahat ini, ditemukan sudah tidak bernyawa lagi alias tergantung dengan lidah menjulur. Dugaan sementara kasus bunuh diri seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri ini, hingga berita diturunkan belum dapat diketahui apa penyebab korban mengakhiri hidupnya dengan cara yang sadis tersebut.

    Namun, berdasarkan keterangan yang berhasil  dikutip dari Messy, bibi korban. Kemarin (Minggu) siang, korban sempat berpamitan ingin jalan jalan sama seseorang teman dekat pria korban. Kemudian korban pulang sebelum waktu magrib, dan masih sempat ngobrol ngobrol dengannya.

    “Nah, pas dio balek tu biaso biaso bae, kami lihat motor kawannya tu nganter sampe depan gerbang rumah ni,” ungkap gadis belia yang juga masih duduk di kelas 3 SMAN 3 Lahat ini, disela isak tangisnya.

    Lalu sambung Messy, melam harinya Ia mengirim sebuah pesan singkat melalui SMS ke HP milik korban, bahwa ia mau pinjam wadah nasi milik korban, dan saat itu korban masih menjawab SMS tersebut.

    “Pas dibalasnyo SMS aku tu. Yo ambek bae samo aku besok bik,” kata Messy, menirukan isi balasan SMS dari Intan.

    Sesuai janjinya, pagi pagi sekitar jam 8. Messy menggedor pintu kamar kost korban, guna mengambil wadah nasi yang dijanjikan. Namun setelah beberapa kali di gedor, pintu tidak juga dibuka. Karena ia buru buru mau pergi sekolah. Messy pun tidak jadi meminjam barang yang dimaksud, dan langsung berangkat ke sekolah dengan tidak menunggu hingga Intan bangun.

    “Berapo kali bae aku ketuk pintunya, tapi dak dibukanyo. Terus aku sms, dan ditelpon berulang ulang dak diangkatnya. Karno aku takut terlambat sekolah, terus aku pergi sekolah,” cerita Messy, sembari menambahkan bahwa Intan diketahui selama setengah tahun ia mengontrak dikamar itu, dikenal anak yang baik, sopan, ramah dan tidak cengeng.

    Melihat anak kost nya dari pagi hingga siang belum juga keluar kamar. Setelah pulang kerja, pemilik kost Nurlela, menyuruh anaknya bernama Roy, untuk mengintip dari sela sela atap rumah, namun tidak dapat melihat dengan jelas.

    “Karena dari atap tidak terlihat, maka Roy ngintip dari sela bagian bawah pintu. Dari sinilah kecurigaan kami mulai timbul, sebab hanya terlihat kaki korban terkulai dilantai,” tambah wanita yang baru saja sehari pulang dari Kota Palembang ini.

    Atas kesepakatan bersama, pintu kamar Intan kemudian didobrak oleh Roy. Setelah pintu terbuka, didapati gadis mungil ini tak bernyawa lagi, dengan kondisi leher terikat tali dan tergantung, dengan lidah menjulur.

    “Nian aku terkejut waktu aku jingok Intan gantung diri, dipanggil panggil lah dak nyaut lagi,” tutur Roy.

    Kejadian ini sontak saja membuat para tetangga korban terkejut, dan beramai ramai melihat kondisi korban yang terkulai tak bernyawa lagi. Musibah ini pun telah dikabarkan kepada orangtua Intan yang tinggal di Kecamatan Tanjung Sakti.

    “Setelah dipastikan Intan sudah meninggal, lalu kami telpon pihak polisi. Sebab kami dak berani nak megangnyo sebelum ado polisi datang,” ujar Nurlela.Kelang beberapa menit, sekitar jam 14:45 WIB, petugas Identifikasi Polres lahat pun tiba di lokasi kejadian. Setelah dilakukan identifikasi. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Lahat, guna dilakukan autopsi.

    Sementara itu, baik pihak kepolisian, maupun warga setempat belum dapat menjelaskan, apa yang menyebabkan gadis bertubuh langsung ini nekad mengakhiri hidupnya didalam kamar sendirian.

    “Yang kami tau, Intan dak pernah ada musuh dan dio baik sami kawan kawannya. Dak, tau jugo kalu dio nak berakhir seperti ini,” terang Nurlela lagi. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com