• Kapolda Janji Tindak Oknum Aparat Lindungi Pembalakan

    0

        Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Jika ada oknum Banbinkabtibmas terbukti terlibat atau melindungi aksi pembalakan liar di Register 30 Kabupaten Tanggamus, Lampung, akan ditindak, kata Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigadir Jendral Ike Edwin.
    “Saya belum terima laporan lengkapnya, tapi kalau memang terbukti oknum Babinkamtibmas melakukan pembekingan terhadap tindakan pembalakan liar akan segera ditindak,” kata Kapolda menanggapi laporan warga saat berkantor di Lapangan Saburai, Bandarlampung, Kamis.
    Menurut dia, tindakan pembalakan liar di hutan kawasan itu dilarang, jadi kalau ada oknum anggota Polri yang terlibat tentu akan segera diproses.
    “Aturannya sudah jelas, bagi siapa saja oknum aparat yang melakukan pembekingan dalam tindak kejahatan akan kita proses secara hukum,” katanya.
    Sementara itu, warga Tanggamus yang melakukan penangkapan terhadap pelaku pembalakan liar di Register 39 Tanggamus, M Roni mengatakan, warga melakukan penangkapan pembalak liar yang diduga dibekingi oleh oknum Babinkamtibmas dari Polres Lampung Barat.
    “Kami sudah melaporkan hal itu ke Propam Polda Lampung untuk ditindaklanjuti sehingga tidak merusak citra kepolisian,” katanya.
    Ia menyebutkan, kronologi penangkapan pelaku pembalakan liar sudah diserahkan ke Polres Tanggamus. Namun dialihkan ke Polres Lampung Barat dengan dalih truk bermuatan kayu tenam, cemara dan meranti itu merupakan hasil penangkapan Polres Lampung Barat.
    “Itu semua hasil tangkapan masyarakat yang diserahkan langsung ke Polres Tanggamus,” kata Roni menegaskan.
    Untuk itu, ia berharap Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin dapat mengungkap kasus tersebut sehingga kenyamanan masyarakat dapat pulih kembali.
    “Selama ini warga resah dengan maraknya kasus pembalakan liar di kawasan Register 39, dengan modal keresahan itulah kami memberanikan diri untuk melakukan penangkapan terhadap para pelaku,” kata dia.
    Warga takut, akibat penggudulan hutan tersebut berdampak terjadinya longsor dan bencana lainnya.
    “Sopir, kernet, truk dan muatan kayu tersebut kemudian diserahkan ke Polres Tanggamus dengan bukti surat laporan dari Polres Tanggamus. Tiba-tiba saja, penyerahan hasil tangkapan itu, diambil oleh Polres Lampung Barat dengan alasan yang tidak jelas,” kata dia.
    Mengetahui itu, katanya, warga menduga ada rekayasa, warga pun tidak terima. Tragisnya, salah seorang warga yang disuruh untuk bekerja sebagai tukang senso (penebang dan pemotong kayu) berinisial M, oleh oknum T akan dijadikan tersangka.
    “Padahal, M adalah orang suruhan oknum T untuk menebang dan memotong kayu di Register 39 Tanggamus,” ujar dia.
    Roni mengaku punya bukti-bukti bahwa tangkapan itu murni tindakan warga, sedangkan mereka tidak punya bukti, bahkan saat ditanya kepada M, dia mengaku, sudah dua tahun disuruh menebang dan memotong kayu di Register 39 oleh oknum T, dia mau dan tidak takut ditangkap, lantaran T adalah seorang oknum anggota Polri. Mobil truk dan kayu itu milik T.
    Rizal Umar tokoh masyarakat setempat mengatakan, dua bulan lalu warga pernah mengamankan kayu sebanyak 10 kubik tidak jauh dari pos petugas di wilayah Bengkunat.
    “Barang bukti itu di serahkan ke petugas namun tidak ada tindak lanjutnya, bahkan kayu itu dibiarkan membusuk,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com