• Jalan Lahat-Pagar Alam Amblas Satu Meter

    0
    Jalan Lahat-Pagar Alam Amblas Satu Meter

    Jalan Lahat-Pagar Alam Amblas Satu Meter

    Lahat, jurnalsumatra.com – Lantaran diguyur hujan yang melanda akhir-akhir ini, membuat jalan lintas Provinsi antara Kabupaten Lahat menuju Kota Pagar Alam, tepatnya disekitar Tikungan Petai, Desa Kuba, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, mengalami kerusakan yang cukup fatal.

    Parahnya lagi, dijalur tersebut mengalami amblas hingga mencapai kurang lebih satu meter. Bahkan semua kendaraan yang melintas di kawasan tersebut harus dikawal oleh warga yang sedang berjaga.

    Pengendara merasa aman, kita harus kawal supaya kendaraan yang melintas bergantian. Misalnya, jika kendaraan dari arah lahat masuk. Maka jalur dari arah Pagar Alam harus ditutup dulu, begitu pula sebaliknya, supaya bisa lancar. Kalau tidak dikawal, sudah pasti akan saling rebutan dan terjadi macet,” tutur Sepran, Kapala Desa Kuba.

    Sebelum jalan tersebut dijaga oleh warganya. Menurutnya, sudah dua kali terjadi perampokan dan kecelakaan karena sepi dan pengendara tidak mengetahui bahwa dijalan yang menikung itu terjadi ambles.

    “Sebagai kades di desa ini, saya bersama perangkat berinisiatif untuk membantu pengguna jalan mengatur lalulintas di jalur ini. Alhamdulillah sampai hari ini, Senin (8/1). Baik perampokan maupun kecelakaan sudah tidak lagi terjadi,” tambahnya lagi.

    Akan tetapi, sambung Sepran, sebelum beraktivitas mengatur lalulintas itu, pihaknya terlebih dahulu melapor dan meminta izin dengan pihak Polsek Pulau Pinang. Tujuannya, agar kegiatan tersebut tidak dianggap ilegal, dan jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian juga akan siap membantu mengamankan.

    “Kami bikin 4 orang 2 regu. 2 orang jaga untuk ship malam, dan 2 orang untuk ship siang. Masalah kebutuhan kami selama berjaga, seperti kopi dan rokok. Itu kami dapat dari para pengendara yang ikhlas memberi kepada kami,” imbuhnya.

    Sementara itu, Agus (32) salah seorang sopir truck, yang kebetulan melintas di jalur tersebut mengaku sangat terkejut saat hendak melintas dijalur itu. Karena selain muatannya berat, mobilnya juga oleng akibat aspal jalan banyak yang sudah ambles.

    “Cukup menakutkan sih, apalagi kalau malam hari. Sudah sepi, jalannya hancur lagi. Untunglah sudah ada yang jaga dan mengawal disini. Nggak rugilah kita keluarkan sedikit uang jalan, cuma sekedar buat beli kopi dan rokok Pak Kades dan warganya ini,” ujar Agus.

    Apalagi, sambung Agus, sebelum dikawal dan dijaga, dirinya pernah hampir hampir terbalik ke jurang, karena tidak tahu arah yang harus dilintasi. Apalagi, ujarnya. Saat itu malam hari, dan tidak membawa kernet.

    “Nah, kalau sudah ada yang menjaga seperti ini, ketika kami melintas pada malam hari akan sedikit membuat rasa aman bagi semua sopir yang melintas dijalur ini. Tapi kalau sekarang sudah amankah, kan susah ada ya g jaga disini. Kalau sebelumnya khawatir ada, karena lokasi gelap, sekarang Alhamdulillah sudah aman,” cetus Agus, langsung tancap gas lagi, setelah istirahat sejenak dilokasi tersebut. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com