• Jaksa Kembalikan Berkas Pengadaan Kapal Ikan Selayar

    0

         Makassar, jurnalsumatra.com – Jaksa peneliti Kejaksaan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mengembalikan ke penyidik kepolisian berkas perkara pengadaan kapal 10 Gross Ton (GT) dan alat tangkap ikannya senilai Rp8 miliar pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Selayar.
    “Setelah sepekan kita lakukan penelitian terhadap berkas yang diajukan oleh penyidik kepolisian, masih ditemukan beberapa kekurangan, sehingga kita kembalikan untuk dilengkapi,” ujar Kepala Seksi Penuntutan Kejati Sulselbar Akhsan Thamrin di Makassar, Senin.
    Ia mengatakan, kekurangan yang dianggap kurang dan tidak dituangkan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) adalah beberapa syarat formil dan materilnya.
    Hal itu dilakukan, kata Akhsan, untuk mendalami tindak penyalahgunaan dalam pengadaan itu karena jika tetap dipaksakan, maka segala kekurangannya akan berakibat pada hasil akhir perkara tersebut.
    “Syarat Formil dan syarat materilnya masih kurang. Selama belum terpenuhi, kita tidak akan nyatakan lengkap dan tidak akan di P-21 ini kasunya,” tandasnya.
    Diketahui, pada proyek pengadaan kapal 10 GT itu dianggarkan dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kepulauan Selayar dengan nilai Rp8 miliar.
    Dari jumlah itu, terbagi pada pengalokasian anggaran bidang perikanan tangkap sebesar Rp5 miliar. Sedangkan sisanya yakni Rp3 miliar digunakan untuk pengadaan empat unit kapal tangkap bersama mesin dan alat tangkapnya.
    Dalam proyek pembangunan kapal tersebut, pihak rekanan diduga tidak melaksanakan pembangunan kapal sesuai spesifikasi yang tertuang dalam kontrak.
    Sedangkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) justru membuatkan berita acara kemajuan fisik 100 persen. Dengan hasil pemeriksaan baik dan cukup.
    Kemudian diajukan permintaan pembayaran 100 persen, dengan sistem pembayaran harga satuan. Sehingga Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan pembayarannya secara bertahap hingga 100 persen.
    Berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, menemukan adanya indikasi kerugian negara sebesar Rp1,04 miliar.
    Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulselbar telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Yaitu Rekanan Andi Bahtiar dan PPTK Muhammad Dahyar.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com