• Indonesia-Timor Leste Penelitian Bersama Soal Tapal Batas

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Indonesia dan Timor Leste akan melakukan penelitian bersama (join survey) di sejumlah titik batas di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang masih menjadi sengketa kedua negara.
    Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur Paul Manehat kepada Antara di Kupang, Senin, mengatakan hasil penelitian bersama tersebut akan dijadikan dasar untuk penetapan tapal batas yang permanen bagi kedua negara.
    Menurut dia, penelitian bersama itu atas usul dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, karena dalam pertemuan di Dili, Timor Leste pada 2015 tidak mencapai kesepakatan soal penetapan tapal batas darat kedua negara.
    Ia mengatakan titik batas kedua negara yang menjadi lokasi penelitian bersama tersebut antara lain wilayah Citrana-Noelbes di Kabupaten Kupang dan Oecusse serta Manusasi di Kabupaten Timor Tengah Utara yang juga berbatasan dengan Oecusse.
    “Sejumlah titik batas inilah yang akan dijadikan lokasi penelitian bersama dua negara, karena sampai sejauh ini masih dalam sengketa,” kata Paul.
    Ia menambahkan tokoh adat dan tokoh masyarakat kedua negara, terutama yang bermukim di kawasan perbatasan kedua negara, akan dilibatkan dalam kegiatan penelitian bersama itu.
    “Para tokoh adat dan tokoh masyarakat akan menjadi narasumber utama sehingga penetapan tapal batas kedua negara tidak meninggalkan luka, melainkan tali persahabatan yang selalu mengikat kedua belah pihak untuk hidup saling berdampingan meski berbeda negara,” katanya.
    Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI M Setyo Sularso menuturkan sedikitnya ada enam sengketa perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste di kawasan Nusa Tenggara Timur.
    Pangdam Udayana membagi ke dalam dua kategori sengketa perbatasan yang melibatkan kedua negara.
    “Pertama adalah un-resolved segment yaitu permasalahan batas negara antara RI dan Timor Leste yang belum disepakati atau diputuskan garis batasnya oleh kedua negara,” kata Pangdam.
    Kedua, un-surveyed segment, yaitu permasalahan batas negara antara Indonesia dan Timor Leste yang sudah disepakati dan diputuskan oleh kedua belah pihak, tetapi tidak diketahui oleh masyarakat kedua negara.
    Ada dua kasus sengketa yang masuk dalam kategori ini. Pertama adalah di wilayah Noelbesi-Citrana, Desa Netamnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, tepatnya di sepanjang sungai atau delta sepanjang 4,5 kilometer dengan luas 1.069 hektar.
    Indonesia menghendaki garis batas negara berada pada posisi sebelah barat sungai kecil.
    Namun, Timor Leste memiliki pandangan berbeda. Kendati masih dalam status wilayah steril yang berarti tak boleh ada aktivitas di atas lahan sengketa itu, fakta di lapangan Timor Leste telah membangun secara permanen kantor pertanian, balai pertemuan, gudang dolog, tempat penggilingan padi, pembangunan saluran irigasi dan jalan yang diperkeras.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com