• Gubernur DIY Resmi Lantik Tiga Bupati

    0

        Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X secara resmi melantik tiga bupati dan wakil bupati masa bakti 2016-2021 hasil pilkada 2015 di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Rabu.
    Dalam pelantikan yang berlangsung hikmat itu, Sri Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengambil sumpah ketiga pasangan bupati dan wakil bupati. Setelah petikan putusan Menteri Dalam Negeri selesai dibacakan oleh Sultan, ketiga kepala daerah itu selanjutnya membaca dan menandatangani pakta integritas.
    “Saya percaya saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan,” kata Sultan.
    Tiga bupati dan wakil bupati terpilih yang dilantik oleh Gubernur DIY itu adalah Sri Purnomo- Sri Muslimatun (Kabupaten Sleman), Suharsono- Abdul Halim Muslih (Kabupaten Bantul), dan Badingah- Immawan Wahyudi (Gunung Kidul).
    Seusai pelantikan, Sultan juga berpesan agar masing-masing bupati dan wakil bupati dapat mengoptimalkan pemanfaatan potensi kekayaan alam di masing-masing daerah.
    Ia mencontohkan, seperti Kabupaten Sleman, selama ini memiliki Gunung Merapi yang membuat minat dan keingintahuan ahli vulkanologi dunia menguak misterinya. Sleman juga memiliki banyak perguruan tinggi, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai universitas negeri dan swasta tertua di Indonesia.
    Selanjutnya, Kabupaten Bantul, selain memiliki objek wisata pantai Parangtritis yang terkenal, juga memiliki kekayaan alam yang langka berupa Gumuk Pasir di Parangkusumo yang sudah didaftarkan sebagai Unesco World Heritage. “Gumuk Pasir merupakan fenomena alam yang hanya ada di Meksico,” kata dia.
    Sementara Gunung Kidul, menurut Sultan, memiliki sejuta pesona alam yang indah, termasuk bukit kars yang kini telah diakui sebagai kawasan lindung geoheritage.
    Karena Gunung Kidul dan Bantul berbatasan dengan laut selatan, Sultan berharap masing-masing kepala daerah bisa memanfaatkan potensi pesisir dan kelautan untuk meningkatkan budaya cinta laut bagi penduduknya.
    “Sehingga budaya dagang layar itu bisa merasuk menjadi budaya kerja dinamis bagi aparat maupun masyarakatnya,” kata Sultan.
    Dalam kesempatan itu, Sultan juga berpesan agar para kepala daerah yang telah dilantik tersebut dapat menjalankan pemerintahannya untuk kepentingan seluruh golongan dan kelompok masyarakat dengan melepas seluruh atribut partai politik yang mengusungnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com