• GNS-UGM Perkuat Mitigasi Bencana Di Pesisir Selatan

    0

    Painan, jurnalsumatra.com – Institute of Geological and Nuclear Sciences (GNS) New Zealand, bersama Universitas Gajah Mada (UGM) mengunjungi Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dalam upaya memperkuat mitigasi bencana di daerah itu.
    Bupati Hendrajoni di Painan, Jumat, mengatakan dalam kunjungan itu, Dr. Phil Glassey dari GNS dan Prof. Imam Satyarno dari UGM menemui Ketua DPRD Martawijaya agar menambah dana kebencanaan.
    Sebab, katanya, Pesisir Selatan dinilai sebagai salah satu kabupaten rawan bencana seperti banjir dan gempa bumi. Sehingga dengan ketersediaan anggaran yang memadai, diyakininya mampu memperkuat sistem pengendalian bencana di daerah ini.
    “Pada prinsipnya pihak DPRD menyetujui. Mereka menawarkan pimpinan legislatif itu ke New Zealand untuk melihat sistem siaga bencana di sana,” katanya.
    Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah menjalin kerja sama dengan GNS dan UGM sejak 2015 terkait pengendalian bencana serta upaya pengurangan risiko bencana.
    Dalam kerja sama itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama GNS dan UGM melakukan sosialisasi dan pelatihan pada masyarakat terkait kebencanaan.
    Kemudian, memberikan bantuan berupa peralatan komunikasi kebencanaan. Bahkan, melakukan pemetaan kecamatan rawan bencana serta upaya antisipasinya.
    Selain pertemuan dengan Ketua DPRD, lanjut bupati, kunjungan kedua pakar bencana itu juga menindaklanjuti pelatihan resiko bencana pada kecamatan rawan bencana di Pesisir Selatan.
    “Selain Pesisir Selatan, ada beberapa daerah lain yang jadi perhatian mereka diantaranya Kabupaten Agam, Kota Padang, Bengkulu, Lombok dan Manokwari,” katanya.
    Sementara, Kepala BPBD Pesisir Selatan, Prinurdin, menyampaikan untuk tahun ini, alokasi dana kebencanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya Rp2 miliar.
    Besaran dana itu pun harus dibagi dengan kegiatan operasional pemadam kebakaran, sehingga tidak maksimal untuk memperkuat sistem pengendalian bencana di daerah ini.
    Tahun ini, tambahnya, untuk program sosialisasi mitigasi bencana difokuskan pada sekolah-sekolah dan ibu-ibu rumah tangga.
    Karena sebagian besar korban bencana alam selama ini merupakan siswa sekolah dan ibu rumah tangga.
    “Itu merupakan salah satu kegiatan dari kucuran anggaran APBD itu,” katanya.(anjas)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com