• Giliran Suzuki APV Diseruduk KA Serelo

    0

    LAHAT, jurnalsumatra.com Nampaknya titik-titik perlintasan Kereta Api (KA), yang tidak memakai palang pengaman, dan ditambah tidak adanya penjagaan terus menghantui masyarakat, terutama bagi pengendara mobil.

    Mirisnya lagi, perlintasan tanpa palang pintu dikawasan Sukaratu, Kelurahan Kota Negara ini, terbilang sudah cukup banyak mengalami peristiwa. Padahal belum lama ini, dilokasi yang sama, mobil Avanza berwarna putih dengan Nomor Polisi (Nopol) BG 1214 YC, dikendarai duo sejoli. 

    Lalu, menyusul Minggu (31/1), giliran mobil jenis Minibus SUZUKI APV dengan Nomor Polisi (Nopol) B 815 YN, dikemudikan Jefri (26), beserta 5 orang rekannya ini, sekitar pukul 15.15 WIB, juga diseruduk Kereta Api KA Selero tujuan Palembang-Lubuk Linggau, dilintasan tanpa pengaman ini.

    Namun, beruntung dari peristiwa yang ada, tidak sampai menelan korban jiwa. Sementara sopir mobil Jefri hanya mengalami luka lecet ditangannya. Akibat, pecahan kaca mobilnya saat kejadian berlangsung. Begitu juga, rekan-rekan korban tidak apa-apa. Hanya mobil korban mengalami ringsek.

    Menurut pengakuan dari salah seorang kerabat dari pemilik mobil yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa semua penumpang APV ini hendak pulang menuju ke penginapan, setelah selesai menghadiri acara pesta perkawinan yang di adakan di Gedung Kesenian Lahat.

    “Mereka semua ini baru selesai menghadiri acara di gedung kesenian dan mau istirahat ke Hotel Sigma yang terletak di bilangan Gunung Gajah, karena kecapekan,” kata sumber.

    Sedangkan, berdasarkan dari pengakuan Jefri Syam (26), sang pengemudi mobil naas asal Lampung ini diduga tidak mengetahui dan mendengar adanya kereta yang melintas dari arah sebelah kiri saat dirinya hendak menyebrangi perlintasan Sukaratu, sehingga sesaat kemudian langsung menghantam mobil yang di kendarainya dari sebelah kiri depan.

    “Nian, aku ngak lihat kalo ada kereta datang. Jadi, pas mau menyebrang rel, tiba-tiba kereta sudah datang dan langsung nabrak kami,” ujar Jefri dengan nada gemetaran saat dibincangi dilokasi kejadian, kemari.

    Sementara, seorang petugas keamanan dari PTKAI Lahat, Yanto (45) mengatakan, masinis tidak mungkin tidak memberi tanda saat akan melintas di setiap perlintasan pintu kereta api. Kemungkinannya adalah, si sopir mobil meleng atau tak siaga saat hendak melintasi perlintasan kereta api, sehingga tabrakan ini tak bisa dihindari lagi, beruntung tak ada sampai jatuh korban jiwa dari peristiwa ini.

    “Rasa-rasanya tidak mungkin mas, kalau masinis tidak memberikan tanda saat akan melintasi perlintasan ataupun akan mendekati stasiun, mungkin sang sopir ini tidak tahu adanya kereta api lewat atau tidak mendengar tanda yang diberikan,” kilah Yanto.

    Sampai berita ini diturunkan, kondisi penumpang mobil nahas itu sudaj dievakuasi oleh kerabatnya dan juga warga sekitar. Kemungkinannya, setelah dilarikan ke RSUD, semuanya langsung kembali ke Hotel tempat istirahatnya masing-masing. Sementara untuk kondisi mobil sudah berusaha di tarik menggunakan kendaraan khusus, dan direncanakan akan dibawa ke rumah salah satu kerabat korban tadi. Dan, dilokasi juga terlihat 5 orang petugas dari Satuan lalu Lintas (Satlantas) Polres Lahat, sudah melakukan pengecekan dan olah TPK dilokasi kejadian. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com