• Garam Berkadar Yodium Tidak Standar Dimusnahkan

    0

         Pati, jurnalsumatra.com – Tim Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis, memusnahkan garam berkadar yodium tidak sesuai standar hasil sitaan dari sejumlah pedagang selama menggelar operasi.
    Menurut Kabid Pemerintahan dan Sosial Budaya Kabupaten Pati Sutrisno mewakili Pelaksana tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pujo Winarno selaku Koordinator Tim GAKY Pati di Pati, garam yang dimusnahkan merupakan garam konsumsi dengan kadar yodium kurang dari 30 PPM (part per million).
    Pemusnahan garam hasil sitaan dari pedagang atau penyalur, kata dia, sudah sering dilakukan, namun dalam menggelar operasi masih ditemukan garam yang tidak sesuai standar nasional Indonesia (SNI).
    Tahun lalu, kata dia, garam hasil penyitaan yang dimusnahkan mencapai 981 pak garam.
    Sementara saat ini, kata dia, terdapat 845 pak dan 56 bal garam bata yang harus dimusnahkan dengan cara dibuang ke sungai dekat Pelabuhan Juwana.
    Garam yang dimusnahkan tersebut, merupakan hasil produksi lima industri kecil menengah dengan tujuh merek.
    Sebagian besar, kata dia, berbentuk bata dan dikemas dengan isi 12 biji.
    Dalam rangka menekan peredaran garam tidak sesuai standar, kata dia, pengawasan dan pemeriksaan produksi garam konsumsi akan ditingkatkan.
    Dengan adanya operasi rutin, dia berharap, pelaku usaha garam bersedia memproduksi garam beryodium sesuai standar nasional Indonesia yang digunakan sebagai garam konsumsi harus memenuhi kadar yodium minimal 30 ppm.
    Ketua Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (Aprogakob) Budi Satriyono mengakui, hingga kini masih ada produsen garam yang belum menaati ketentuan SNI dalam memproduksi garam konsumsi.
    Upaya pembinaan, kata dia, sudah dilakukan, namun tetap masih ada yang membandel sehingga dampaknya harus ditanggung sendiri.
    Dampak kekurangan yodium, berupa keterlambatan pertumbuhan mental dan bisa mengurangi kinerja otak, sedangkan bagi ibu hamil berdampak pada perkembangan janin.
    Dalam pemusnahan garam tidak sesuai SNI hari ini (18/2), dihadiri perwakilan dari Bappeda, Disperindag, Bagian Perekonomian Setda Pati, Kepolisian, Satpol PP, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta perwakilan dari Aprogakob, perwakilan dari Micronutrient initiative (MI) dan konsultan (ahli) garam nasional Sunawang Raharjo.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com