• Fatwa Kejaksaan Turun Soal Status Aset KBS

    0

         Surabaya, jurnalsumatra.com – Fatwa Kejaksaan mengenai status pengelolaan aset di Kebun Binatang Surabaya (KBS) akhirnya turun dengan menyebut aset di atas tanah bukan milik dari persekutuan atau pengelola sebelumnya.
    Pelaksana Tugas Direktur Utama PDTS KBS Acshta Boestani Tajudin, di Surabaya, Senin, mengatakan legal opinion yang ditunggu dari Kejaksaan Tinggi itu turun pada Minggu (7/2).
    “Tahun ini insyaallah kami akan fokus untuk perbaikan kandang-kandang kami yang memang sudah urgen membutuhkan perbaikan,” kata Acshta.
    Menurut dia, pihaknya memang sudah lama menunggu kepastian untuk pengelolaan aset di atas tanah seluas 14 hektare itu. Sebab sejak dikelola pemkot, yang diserahkan pengelolaannya pada perusahaan daerah ini hanya aset berupa tanah dan juga satwa. Sedangkan aset di atas tanah seperti kandang dan juga kedung masih terganjal masalah sengketa dengan pengelola sebelumnya.
    Selama ini, pihaknya bersama pemkot memang memutuskan untuk tidak melangkah jauh untuk pengelolaan aset di atas tanah. Meskipun fatwa dan rekomendasi dari BPKP sudah turun sejak akhir tahun 2014, namun menurut mereka masih diperlukan satu kaki lagi untuk melangkah yaitu fatwa dari kejaksaan.
    Dari rekomendasai BPKP sendiri, menyatakan bahwa aset di atas tanah memang bukan milik PDTS KBS. Serta pada poin kedua juga dinyatakan bahwa aset di atas tanah pun tidak bisa dikatakan milik perkumpulan. Kalaupun milik perkumpulan, maka perkumpulan yang mana yang yang paling berhak.
    Sebab, lanjut dia, pada salah satu berkas kepengurusan sebelumnya, sudah jelas disebutkan bahwa operasional KBS tidak ada yang dikeluarkan dari dana pribadi maupun perkumpulan. Melainkan dana dari CSR, tiket sehingga seharusnya aset di atas tanah adalah milik umum.
    “Intinya fatwa dari kejaksaan ini sudah klop dengan rekeomendasi dari BPKP yang menguatkan bahwa aset bukan hal dari perkumpulan,” ujar Acshta.
    Lebih lanjut, Acshta menyebutkan pihaknya saat ini sudah mulai mendata aset-aset mana yang akan menjadi prioritas perbaikan secepatnya. Salah satu yang menjadi prioritas adalah sejumlah perbaikan kadang seperti kandang burung, kandang rusa, dan juga lembah karnivora.
    Untuk kandang burung, lanjut dia, pihaknya menyampaikan pihaknya akan mencoba melakukan penataan kandang dan diperkaya jumlah spesiesnya. Selain itu, di kandang burung banyak bagian atap kerambanya yang sudah bolong-bolong sehingga harus segera diganti.
    “Lalu untuk kandang rusa, kita akan perluas dan juga akan dibangunkan pembatas elekstrik. Serta di sana itu sering terjadi serudukan, sebab jumlahnya memang terlalu banyak. Nanti kita akan tata dan juga akan tambahkan pengayaan untuk tempat air dan makanan,” kata Acshta.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com