• Ekspor Sumsel Rurun 25,74 Persen

    0
    Ekspor Sumsel Rurun 25,74 Persen

    Ekspor Sumsel Rurun 25,74 Persen

    Palembang, jurnalsumatra.com – Perdagangan luar negeri semakin penting peranannya dalam perekonomian dan pembangunan. Kegiatan perdagangan luar negeri, terutama ekspor yang merupakan salah satu sumber terbesar bagi penerima devisa. Dengan devisa tersebut Negara/daerah dapat membeli barang-barang impor yang dibutuhkan untuk menunjang sektor industri.

    Kepada jurnalsumatra.com Nazarudin Latief Kepala Bagian Tata Usaha BPS Provinsi Sumatera Selatan mengatakan “Nilai ekspor Sumatera Selatan Desember 2015 mengalami kenaikan sebesar 09,07 persen dibandingkan bulan November 2015. Namun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 (Desember 2014) ekspor Provinsi Sumatera Selatan mengalami penurunan sebesar 25,74 persen.” Jelasnya.

    Dikatakannya, nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan bulan Desember 2015 sebesar US$ 175,07 juta terdiri dari ekspor migas sebesar US$ 14,01 juta dan US$ 161,07 juta hasil ekspor komoditi nonmigas. Malaysia, Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi tujuan utama Ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari – Desember 2015, masing-masing mencapai US$ 509,39 juta, US$ 400,40 juta dan US$ 225,39 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 45,73 persen dari total ekspor periode Januari – Desember 2015.

    Dimana Ekspor ke Uni Eropa pafa Januari – Desember 2015 mencapai US$ 298,90 juta (12,04 persen dan total ekspor) dan ekspor ke ASEAN yang mencapi US$ 648,21 juta (26,11 persen dari total ekspor). Menurut Sektor, jika dibandingkan dengan periode Januari – Desember 2014, ekspor produk pertanian, industry dan pertambangan Januari – Desember 2015 mengalami penurunan masing-masing 4,19 persen, 14,92 persen dan 13,17 persen.

    Sementara Nilai Impor Sumatera Selatan Desember 2015 sebesar US$ 81,97 juta atau mengalami penurunan sebesar 33,25 persen jika dibandingkan bulan November 2015. Impor Provinsi Sumatera Selatan bulan Desember 2015 sebesar US$ 81,97 juta terdiri dari impor migas sebesar US$ 3,48 juga dan non migas sebesar US$ 78,49 juta.

    Menurutnya, peranan terhadap total impor nonmigas selama Januari – Desember 2015, golongan mesin-mesin/pesawat mekanik memberikan peranan terbesar yaitu 65,85 persen diikuti mesin/peralatan listrik sebesar 10,20 persen dan barang-barang dari besi dan baja sebesar 4,45 persen.

    “Untuk Negara asal impor terbesar Januari – Desember 2015 yaitu Tiongkok dengan nilai impor sebesar US$ 661,40 juta, diikuti Malaysia dengan nilai impor mencapai US$ 135,42 juta dan Swedia dengan nilai impor US$ 77,60 juta. Dibanding Januari – Desember 2015 bahan baku/penolong dan barang modal mengalami peningkatan masing-masing sebesar 18,89 persen dan 213,87 persen sedangkan nilai impor barang konsumsi mengalami penurunan sebesar 37,23 persen.” Pungkasnya. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com