• Dukcapil Mataram Kurangi Program Isbat Nikah Gratis

    0

         Mataram, jurnalsumatra.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tahun ini mengurangi jumlah sasaran program isbat nikah gartis hingga 50 persen, karena sudah semakin banyak pasangan suami istri yang memiliki buku nikah.
    “Apalagi saat ini rata-rata pasangan yang menikah di di atas tahun 2010 sudah langsung memiliki buku nikah,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Ridwan di Mataram, Minggu.
    Jadi, katanya, kuota program isbat nikah yang biasanya setiap tahun sebanyak 600 pasangan, tahun 2016 berkurang menjadi 300 pasangan untuk suami istri Muslim.
    Sementara, untuk pasangan suami istri non-muslim disiapkan sebanyak 25 pasangan. Jumlah untuk non-muslim ini, menurun 75 persen dari tahun sebelumnya yakni 100 pasangan.
    “Jumlahnya kami turunkan, karena dari 100 pasangan yang disiapkan tahun 2016 hanya 12 pasangan yang menjadi sasaran program tersebut,” katanya.
    Di sisi lain, lanjutnya, pengurangan kuota isbat nikah bagi pasangan muslim sebesar 50 persen tahun ini karena Pengadilan Agama juga melaksakan program serupa dengan menyasar 300 pasangan.
    Dengan demikian, katanya, kuota untuk program isbat nikah gratis di Kota Mataram akan sama seperti tahun sebelumnya.
    “Dari data base yang kita punya, rata-rata masyarakat Kota Mataram yang sudah memiliki buku nikah sudah mencapai lebih di atas 50 persen, berdasarkan dari capaian penerbitan akta kelahiran,” ujarnya.
    Ridwan mengatakan, untuk meningkatkan animo masyarakat memiliki buku nikah dan segera mendaftarkan diri menjadi calon peserta isbat nikah gratis, Dukcapil tahun ini menerapkan setiap pelayanan kependudukan harus melampirkan buku nikah.
    “Dengan demikian, jika masyarakat belum memiliki buku nikah maka penerbitan berbagai administrasi kependudukan lainnya akan ditunda,” katanya.
    Tetapi, syarat menjadi sasaran isbat nikah gratis antara lain pasangan suami istri dari keluarga miskin, menikah di bawah tahun 2010 dan merupakan pernikahan yang pertama.
    “Kalau pernikahan ke dua kita kesulitan untuk melakukan proses persyaratan untuk surat cerai dan lainnya,” katanya.
    Ridwan mengatakan, program isbat nikah dan nikah massal gratis ini merupakan salah satu program untuk mewujudkan 100 persen anak di Kota Mataram memiliki akta kelahiran yang merupakan salah satu hak anak yang harus terpenuhi.
    “Ini juga menjadi program pemerintah kota guna mewjudkan Mataram sebagai kota layak anak (KLA) 2018,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com