• Duda Muda Tewas Misterius dengan Sepucuk Surat

    0
    Jpeg

    Jpeg

    Lahat, jurnalsumatra.com – Hanya liangan air mata dan kenanganlah tinggal diingat oleh keluarga Arpinsi alias Eknil (26), warga Desa Lubuk Layang Ilir, Kecamatan Kikim Timur ini. Pasalnya, tanpa diduga sebelumnya, pemuda berstatuskan duda pengangguran ini Minggu (28/2) sekira pukul 15.20 Wib ditemukan sudah tak bernyawa lagi, di lokasi bekas barak latihan TNI, atau tepatnya dikawasan Batay, Kelurahan Pagar Agung, Lahat.

    Namun, sampai berita ini di turunkan penyebab pasti kematian korban sendiri masih belum diketahui dan, penuh tanda tanya. Karena, dari pihak keluarga memilih bungkam alias tutup mulut atas tewasnya duda muda tersebut.

    Sementara, dari berbagai informasi yang didapat dilapangan sendiri menyebutkan, awalnya penemuan mayat pemuda ini sendiri diketahui oleh rekan-rekan korban, diantaranya adalah LK (minta disamarkan.red). Dimana saat itu, dirinya mendapatkan SMS dari korban, mengatakan minta tolong dijemput di kawasan Desa Batay.

    Tak harus mengulur waktu, rekannya LK pun langsung bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP). Nah, ketika tiba dilokasi betapa kagetnya, LK melihat korban sendiri sudah tergeletak dilantai sebuah barak, dalam kondisi tak bernyawa dalam keadaan tertelungkup. Melihat hal ini, rekan korbanpun langsung menghubungi keluarganya, yang tak lama berselang datang ke lokasi dengan petugas Kepolisian.

    “Kami dapat sms dari die, ngateka minta dijemputi di batay. Nah, pas aku nemui, dietuh la tetelungkup, dan badannye sudah dingin nian pak, dak berani kami nak ngape-ngapeinye, langsung kami hubungi saje keluargenye,” pungkas LK dibincangi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat.

    Menurutnya, sebelum akhirnya korban diketahui sudah tak bernyawa, rekan-rekan korban sendiri mengaku sama sekali tidak ada yang berbeda dari perilaku atau kebiasaan korban sendiri. Sampai pada akhirnya, mereka menerima SMS berisikan mintaan tolong untuk menjemputnya di lokasi yang sudah disepakati, namun nyatanya sudah berbeda.

    “Ado men dak salah tadi surat di deket jasad korban pulo. Aku idak tau apo isinyo pasti, tapi men dak salah sebagian isinyo, dio minta maaf dan ngatoke nak pegi jauh. Surat itu sudah diambek Polisi pak,” ujar LK lagi.

    Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, jasad korbanpun kemudian langsung dilarikan ke RSUD Lahat, untuk menjalani proses autpsi lebih lanjut, memastikan apa penyebab kematiannya lebih jauh. Pada saat ditemukan, dilokasi sendiri kondisi mayat masih menggunakan pakaian lengkap, yaitu baju kemeja jeans dengan celana jeans warna biru dongker, dan diduga didekat jasadnya ada sisa muntahan, disinyalir itu bekas korban sebelum meregang nyawa.

    “Kami terima kondisi korban sudah tak bernyawa, tapi pakaiannya masih lengkap. Nah untuk kondisi jasadnya, tak ada bekas kekerasan atau kejanggalan lain, diduga selain bunuh diri. Ada satu bekas luka membiru, dibagian keningnya, namun sementara diduga bekas benturan saat korban terjatuh,” tegas Dedi, petugas Kamar Mayat RSUD Lahat dibincangi terpisah.

    Begitu juga hingga berita ini hendak diturunkan, tak ada satupun pihak keluarga yang berkenan dimintai keterangan, khususnya tentang kematian atau apapun informasi mengenai kaitan kematian korban sendiri. Termasuk bagaimana perilaku belakangan, atau ada masalah apa di diri korban sendiri. Usai jasadnya diperiksa di kamar mayat RSUD Lahat, anggota keluargapun kemudian memutuskan untuk langsung membawa jasadnya pulang ke kampong untuk di makamkan. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com