• Dua Kapal Ikan Asing Ditenggelamkan Di Belawan

    0

          Medan, jurnalsumatra.com – Personel TNI-AL menengelamkan dua kapal ikan asing pelaku penangkapan secara ilegal KF 5615 berbendera Malaysia dan KM Orient Star berbendera Belize di perairan Belawan, Senin.
    Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Yudo Margono kepada wartawan mengatakan, penengelaman kapal asing tersebut  berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Medan yang telah berkekuatan hukum tetap pada tanggal 19 Februari 2016.
    Selain itu, menurut dia, kegiatan penenggelaman kapal itu atas dukungan dan kerja sama Kepolisian, Badan Keamanan (Bakamla), dan instansi terkait lainnya.

         “Penengelaman itu, juga diharapkan dapat membuat efek jera terhadap kapal ikan asing agar tidak menjarah ikan lagi di perairan Indonesia,” ujar jenderal bintang satu itu.
    Margono menambahkan, penengelaman kapal ikan tersebut terdapat di lima lokasi, yakni di Pontianak, Kalimantan Barat, Bitung, Sulawesi Utara, Batam, Kepulauan Riau, Tahuna, Sulawesi Utara, dan Belawan, Sumatera Utara.
    Sebelumnya, Personel TNI-AL menembak kapal berbendara Malaysia mengangkut  empat nelayan pencuri ikan asal Myanmar di perairan Tanjung Balai/Asahan dekat  Selat Malaka, Rabu, (10/2).

         Saat itu, anggota TNI AL menggunakan Kapal Viper melakukan patroli di Selat Malaka, dan menemukan kapal KF 5615 berbendera Malaysia yang mengangkut empat nelayan asal Myanmar mencuri ikan di perairan Indonesia.
    Ketika hendak ditangkap nelayan asing itu berusaha melarikan diri dengan menabrak kapal patroli milik TNI-AL. Dan kemudian dilakukan tembakan peringatan, tapi tidak juga mau berhenti.
    Saat ditembak ke lambung kapal, baru mereka berhenti. Dan ketika diperiksa, seorang di antaranya ditemukan tewas.
    Kapal berbendera Malaysia itu mengangkut ikan hasil curian seberat 2 ton, dan digiring ke Pelabuhan Lantamal I Belawan.

         Selain itu, Kapal Motor (KM) Orient Star berbendera Belize, bermuatan ratusan ton ikan ekspor tujuan Lumut, Malaysia, dan  ditangkap Patroli Keamanan Laut Lantamal I Belawan saat hendak bertolak dari Dermaga 008 Pelabuhan Belawan Lama pada Oktober 2015.
    Kapal tersebut, juga tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah, dan  termasuk surat izin kapal pengangkut ikan (SIK) yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia.
    Pemerintah melalui Satgas 115, menenggelamkan 30 kapal perikanan pelaku penangkapan ikan secara ilegal (ilegal fishing) di beberapa lokasi yang berbeda.

          “Ini merupakan kegiatan penenggelaman kali pertama di tahun 2016 dan akan dilakukan di lima lokasi berbeda,” kata Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tyas Budiman yang memimpin penenggelaman kapal di Pontianak, Senin pagi.
    Lima lokasi penenggelaman tersebut yaitu di Pontianak, Kalimantan Barat sebanyak delapan kapal (Vietnam), Bitung, Sulawesi Utara sebanyak 10 kapal (enam Filipina, empat Indonesia), Batam, Kepulauan Riau sebanyak 10 kapal (tujuh Malaysia, tiga Vietnam), Tahuna, Sulawesi Utara sebanyak satu kapal (Filipina) dan Belawan, Sumatera Utara satu kapal (Malaysia).
    “Prosesi penenggelaman dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas 115 melalui live streaming dari Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta yang diledakkan secara serentak pada Senin (22/2), tepat pukul 10.00 WIB,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com