• DPRD Lubuklinggau Prihatin Kolam Pembibitan Ikan Terbengkalai

    0

    Lubuklinggau, jurnalsumatra.com – DPRD Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, prihatin balai pembibitan ikan di Kelurahan Warervang setempat terbengkalai dan tidak dioperasikan, sehingga fasilitasnya disalahgunakan pemuda untuk berbuat maksiat.
    “Jika fasilitas pemerintah itu tidak difungsikan dikhawatirkan dijadikan tempat perbuatan melanggar hukum, seperti menghisap narkoba karena ada beberapa pondok yang stratgis untuk kejahatan,” kata anggota DPRD Lubuiklinggau Khairul Umri, Minggu.
    Ia mengatakan, balai pembibitan ikan milik instasi terkait itu terbengakali, setelah ada laporan masyarakat karena setiap sore hingga malam banyak pemda berpacaran di lokasi itu karena lokasinya strategis dekat objek wisata Watervang setempat.
    Setelah mendapat informasi itu pihaknya secara diam-diam turun ke lokasi dan ternyata benar, apa lagi hari libur dan malam minggu lokasi itu penuh anak muda berpasangan.
    “Rasanya sangat aneh kalau fasilitas pemerintah dijadikan lahan berbuat melanggar hukum dan adat, dengan demikian pihaknya mengimbau kepada isntansi berwenang untuk memfungsikan lokasi tersebut,” tandasnya.
    Sangat disayangkan kalau balai benih tidak dimanfaatkan oleh Pemkot Lubuklinggau, padahal salah satu usaha berpotensi untuk mendorong perekonomian dibidang perikanan, apa lagi dekat dengan bendungan peninggalan kolonial Belanda.
    Jika dinas terkait tak mampu memfungsikannya, lokasi itu bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta juga akan menghasilkan pendapatan bagi daerah, khususnya sektor perikanan tambak.
    Sebaiknya balai benih ikan tersebut diawasi, meskipun belum difungsikan karena berdekatan dengan objek wisata bukan tidak mungkin menjadi tempat maksiat.
    Ia menilai Pemkot Lubuklinggau melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) tidak efektif dalam pembuatan program kerja, kalau pemerintah serius bukan tidak mungkin banyak bantuan dari Kementerian Perikanan.
    Karena Pemerintah Pusat saat ini sangat fokus untuk mendorong sektor perikanan untuk mendobrak perekonomian masyarakat yang tergolong masih lemah, ujarnya.
    Salah seorang Ketua Rukun Tetangga (RT) dekat wisata Watervang Alex membenarkan setelah balai pembibitan ikan itu tidak difungsi pemerintah daerah, maka secara alami menjadi tempat kurang baik bagi pemuda.
    Ia mengatakan lokasi balai benih itu berada diseberang jembatan Watervang dan terlihat dari seberang cukup jelas perbuatan para pengunjung di lokasi itu.
    “Kami sudah punya rencana untuk menertibkan lokasi itu dari permbuatan melanggar hukum dan adat, tapi harus koordinasi dulu dengan kelurahan dan instansi terkait,” jelasnya. (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com