• Dinkes OKI Antisipasi Meluasnya Wabah DBD

    0

    KAYUANGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Guna mengantisipasi meluasnya wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), menerjunkan Tim Survey untuk mengidentifikasi berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes Aygepty.

    Hingga saat ini, tim sudah turun ke beberapa kecamatan yang dianggap endemis DBD, seperti di Kecamatan Kota Kayuagung, Tanjung Lubuk, Pedamaran, Sirah Pulau Padang dan Kecamatan Lempuing. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, HM Lubis SKM, Kamis (11/2/2016).

    “Tim ini turun ke lapangan setiap minggu, terutama setelah dilakukan fogging massal di suatu kecamatan. Tim ini bertugas memantau perkembangbiakan jentik nyamuk pasca fogging masal yang telah dilakukan, sejauh mana peran fogging ini dalam memberantas nyamuk penyebab DBD ini, terutama di wilayah-wilayah endemis,” ungkap Lubis.

    Pola yang diterapkan, kata Lubis, jika di suatu wilayah ditemukan kasus atau penderita, maka tim akan memantau hingga jarak 100 meter dari wilayah itu, karena secara logika nyamuk ini tidak bergerak tidak jauh dari lokasi awal.

    “Kita intens dalam mengatasi dan mengantisipasi wabah DBD ini. Karena bulan Februari, Maret hingga April ini curah hujan akan meningkat, disini saat perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk penyebab DBD,” terangnya.

    Sekretaris Dinkes OKI, Iwan Setiawan SKM didampingi Kabid P2PL, Linda Asmarini SKM dan Kasi Pemberantasan Penyakit, Subianto dan Kasi Pengamatan dan Pencegahan, drg M Arifin Yuslin menambahkan, belakangan ini pihaknya rutin melakukan fogging di wilayah-wilayah endemis DBD, terutama di beberapa kelurahan dalam Kota Kayuagung.

    “Tapi fogging ini hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, sementara jentik-jentik nyamuk bisa dibasmi dengan melakukan kebersihan lingkungan dan pola 3 M. Kebersihan lingkungan ini sebaiknya dilakukan setiap minggu, sehingga dapat mengantisipasi perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk Aedes Aygepti,” ungkapnya.

    Masih kata Iwan, memang belakangan ini banyak masyarakat yang menyampaikan di wilayah mereka rawan akan wabah DBD, sehingga masyarakat meminta pihak Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging massal. “Tapi setelah kita turun ke lapangan, ternyata itu warga itu bukan terkena penyakit DBD, melainkan demam panas biasa. Memang gejala DBD ini hampir sama dengan demam panas lainnya, sehingga kita juga giat untuk mensosialisasikan ciri-ciri DBD ini,” bebernya.

    Dinas Kesehatan mencatat, hingga awal Februari 2016, setidaknya ada 181 warga OKI yang positif menderita DBD dan 3 orang diantaranya meninggal dunia. “Sementara sepekan terakhir ini, berdasarkan laporan pihak puskesmas, tidak ada penambahan pasien yang dirawat akibat DBD. Jadi mudah-mudahan wabah bisa kita antisipasi sedini mungkin, tentunya dengan dukungan masyarakat yang mau berpola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com