• Dinkes Lebak Optimalkan PSN Cegah DBD

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com -  Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten, mengoptimalkan pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue sehubungan dengan curah hujan di daerah itu yang cenderung meningkat.
    “Kami mengajak warga meningkatkan kewaspadaan penyebaran penyakit demam berdarah dengue atau DBD,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Kamis.
    Ia mengatakan jumlah penderita DBD sejak Januari hingga 25 Februari 2015  tercatat 214 penderita dan dilaporkan empat warga meninggal dunia.
    Para penderita DBD dirawat  di RSUD Adjidarmo, Rumah Sakit Misi Rangkasbitung, dan puskesmas.
    Bahkan,  penderita sempat terjadi penurunan trombosit 65.000 sampai 75.000, padahal normalnya 150.000 normalnya.
    Untuk mencegah penyeberan DBD itu, diharapkan masyarakat mengoptimalkan PSN melalui kegiatan gotong-royong kebersihan lingkungan.
    Selain itu, melakukan gerakan 3M (mengubur, menguras, dan menutup) serta pemberian abatesasi guna mematikan mata rantai penyebaran DBD.
    Sebab, katanya, DBD bisa mematikan jika penderita tidak segera ditangani oleh tenaga medis.
    Oleh karena itu, gerakan PSN dengan 3M dapat mencegah berkembangbiak nyamuk aedes aegepty.
    “Kami menilai gerakan itu sangat efektif untuk memutuskan mata rantai penyebaran DBD karena mematikan hingga jentik-jentik nyamuknya,” ujarnya.
    Ia menjelaskan gerakan 3M, yakni menguras penampungan air/bak mandi secara teratur, menutup rapat-rapat tempat  penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.
    “Begitu juga warga mengenakan kelambu, menggunakan obat nyamuk, menutup lubang potongan bambu dan menyebar abate di kamar mandi,” ujarnya.
    Ia juga menginstruksikan kepada seluruh petugas puskesmas agar mewaspadai penyakit DBD selama musim hujan.
    Penularan penyakit DBD ditimbulkan oleh lingkungan kurang bersih sehingga memungkinkan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegepty.
    Selama ini, pihaknya belum menerima laporan kejadian luar biasa terkait dengan DBD karena sebelumnya sudah dilakukan penyuluhan serta pengasapan di daerah endemik DBD.
    Namun demikian, pihaknya akan bergerak cepat jika ada temuan DBD untuk dilakukan penelitian epidemiologi oleh petugas kesehatan.
    “Bila positif terjangkit DBD tentu kami akan melakukan pengasapan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com