• Dinkes Lampung Waspadai Peningkatan DBD Pada Februari

    0

    Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mewaspadai peningkatan kasus demam berdarah dengue di daerah itu pada Februari 2016.
    “Februari merupakan pergeseran puncak musim hujan saat ini sehingga harus diwaspadai lonjakan kasus DBD,” kata Kasi Promosi dan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Asih Hendrastuti di Bandarlampung, Jumat.
    Ia mengatakan meskipun pada Januari terjadi banyak laporan kasus DBD, namun melihat jumlahnya masih lebih sedikit dibandingkan Januari 2015 yang tercatat sebanyak 500 kasus lebih.
    Menurutnya, melihat pergeseran puncak musim hujan tahun ini, Dinkes Lampung sangat mewaspadai adanya lonjakan kasus pada Februari, apalagi jika masyarakat masih tidak mewaspadai bahaya dari penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.
    Untuk mengatasi lonjakan penyakit DBD, Dinkes Provinsi Lampung telah mendistribusikan logistik DBD seperti bubuk abate dan juga bahan untuk pengasapan ke seluruh kabupaten/kota.
    Asih Hendrastuti mengimbau masyarakat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yaitu, mengurangi dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
    Ia menambahkan, untuk menghindari gigitan nyamuk masyarakat diimbau menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan lotion antinyamuk, tidak menggantung pakaian, serta memasang kawat nyamuk di pentilasi rumah.
    Sementara itu, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengimbau masyarakat waspada penyakit demam berdarang dengue (DBD), karena Januari-Maret 2016 merupakan puncak perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
    “Kami imbau kepada masyarakat Lampung agar tanggap jika ada keluarga atau pun tetangga yang mengalami panas tinggi, segera dibawa ke puskesmas untuk diberikan pengobatan dini mencegah DBD,” katanya.
    ia mengatakan masyarakat harus sadar sejak dini dengan melakukan beberapa pencegahan di antaranya menerapkan 3 M plus yakni menguras tempat air, menutup tempat air dan mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
    Dia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk segera melakukan pencegahan dengan melakukan pengasapan di tempat yang disinyalir menjadi tumbuh kembang nyamuk.
    “Semua harus diantisipasi sejak awal, Lampung harus bebas dari kejadian luar biasa DBD,” tambahnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com