• Dinas Sosial Musirawas Berikan Bantuan Korban Kebakaran

    0

        Musirawas, jurnalsumatra.com – Dinas Sosial Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan memberikan bantuan bahan makanan kepada dua keluarga yang rumahnya hangus terbakar di Desa Semangus, Kabupaten Musirawas, beberapa hari lalu.
    Bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan lain itu disampaikan petugas setelah mendapat informasi adanya kebakaran tersebut, kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musirawas Yamin Pabli, di Musirawas, Rabu.
    Ia mengimbau masyarakat daerah itu bila terjadi musibah kebakaran terkena banjir atau tanah longsor secepatnya melaporkan ke pemerintah daerah yaitu Dinas Sosial agar cepat dilakukan tindakan dari petugas yang telah disiagakan.
    “Kami baru mengetahui adanya kebarakaran itu dari koran dan ditindak lanjuti petugas turun ke lapangan dan ternyata benar, sedangkan korbannya dalam keadaan kesulitan bahan makanan,” katanya.
    Petugas yang ke lapangan bisa membantu meringankan korban kebakaran terutama masalah bahan pokok dan akan dibantu bahan pakaian karena seluruh isi rumah korban habis terbakar.
    Ia juga mengimbau pengusaha dan perusahaan daerah itu agar ikut berpartisipasi membantu warga yang terkena musibah tersebut karena anggaran pemerintah untuk bantuan itu sangat terbatas.
    Perangkat Desa Semangus Edi mengatakan rumah kayu milik warga Kecamatan Muara lakitan itu terbakar diduga akibat stavol listrik meledak pada, Minggu (14/2) pagi sekitar pukul 09.00 WIB dan mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
    Penyebab Dua rumah terbakar itu milik Aan dan Dahayi diduga berasal dari stavol listrik 300 watt berada di rumah Aan yang meledak dan mengeluarkan percikan api jatuh pada tempat tidur hingga membakar rumah.
    Ia mengatakan dalam peristiwa itu tak ada korban jiwa karena saat kejadian pemilik rumah pergi ke kebun atau ke sawah.
    Saat kejadian warga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran setempat, karena posisi kejadian diseberang sungai Musi dan melintasi jembatan gantung, maka petugas kebakaran tidak bisa masuk ke dalam desa tersebut sehingga proses pemadam dilakukan warga sekitar.
    Dalam musibah itu kedua korban mengalami ratusan juta rupiah karena selain rumah dan perabotnya terbakar, juga ada tumpukan kayu untuk membuat rumah habis terbakar.
    Bahan rumah itu seluruhnya kayu berkualitas dan sudah dikumpulkan bertahun-tahun, kebiasaan warga desa setiap berencana membuat rumah dari jauh hari sudah mengumpul kayu dengan harga terjangkau.
    Membeli bahan rumah itu sebagian besar dari hasil kebun atau sawah yang dikumpul setelah habis panen, kalau sekarang mereka beralih berkebun kelapa sawit dan untuk mencari kayu sudah sulit, meskipun ada harganya cukup mahal, ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com