• Dikbud Harap Anshor Terlibat Bendung Faham Sempalan

    0

        Palu, jurnalsumatra.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah mengaharapkan keterlibatan Gerakan Pemuda Anshor di daerah itu untuk turut serta membina siswa-siswi tingkat SMP dan SMA sederajat guna membendung merebaknya paham sempalan di kalangan generasi muda.
    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Ardiansyah Lamasitudju mengemukakan di Palu, Jumat, pembinaan eksternal yang dilakukan oleh GP Anshor Sulteng bertujuan mencegah masuk dan berkembangnya faham sempalan kepada peserta didik.
    “Pembinaan terhadap siswa siswi agar tidak terjerumus ke dalam aliran sesat, maka dibutuhkan keterlibatan organisasi seperti Anshor yang membina dari sisi pandangan Islam,” ujarnya.
    Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu itu menyebut GP Anshor dapat melakukan pembinaan kepada siswa siswi di luar jam belajar dengan pendekatan agama untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi terhadap nilai-nilai agama.
    Selain itu, untuk memperkenalkan kepada siswa siswi model dan ciri penganut faham aliran sempalan, serta penyebaran dan pengembangan faham yang bertentangan dengan anjuran Agama Islam yang tertuang dalam Alquran dan Hadits tersebut.
    “Siswa siswi di jenjang pendidikan SMP dan SMA sederajat perlu untuk diperkenalkan model dan kriteria aliran sempalan dan cara mereka mengembangkan aliran yang mereka anut,” sebutnya.
    Ardiansyah mengaku bahwa pihaknya tidak dapat mengontrol dan membina siswa-siswi di luar jam belajar. Karena itu perlu ada keterlibatan organisasi extra sekolah untuk membina siswa siswi secara eksternal.
    Menurutnya terdapat faham atau aliran tertentu yang memfokuskan diri untuk merekrut siswa dan siswi di tingkat SMA untuk menjadi kelompok tertentu dengan doktrin sesat, misalkan membunuh orang yang tidak bersalah dan dianggap sebagai jihad.
    Hal itu, kata dia, sangat berbahaya jika menyentuh kalangan pelajar di Sulawesi Tengah. Olehnya, sebelum hal itu terjadi, pihaknya mengajak organisasi keagamaan untuk turut serta membina siswa dan siswi.
    “Ada upaya dari kelompok penganut faham atas suatu aliran tertentu yang menjadikan pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai target,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com