• Desa Makarti Berikan Alasan Tolak Sawit

    0

    Gorontalo,jurnalsumatra.com – Sejumlah warga Desa Makarti Jaya, Kabupaten Pohuwato memilih menolak menanam komoditi sawit di lahannya dengan beberapa alasan, meski sejumlah desa lainnya mengizinkan perusahaan sawit melakukan penanaman.
    Kepala Desa Makarti Jaya, Suharto mengemukakan tiga alasan warga desa tidak mengizinkan perusahaan sawit masuk ke lahan-lahan di wilayah itu.
    “Pertama kami mempelajari bahwa sawit itu tanaman yang tidak ramah lingkungan. Mengancam ketersediaan air, karena sawit usia remaja saja butuh 20 liter/hari. Kan tidak mungkin kami tinggal di pinggir hutan tapi kemudian krisis air,” ujarnya di Gorontalo, Selasa.
    Alasan kedua, lanjutnya, sawit tidak bisa ditanam bersama komoditi lainnya sehingga petani kurang mendapatkan keuntungan dari lahan yang digarapnya.
    Selain itu, Suharto mengungkapkan sejak perusahaan sawit melakukan sosialisasi sawit tahun 2011, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai kontrak lahan.
    “Perusahaan menawarkan Rp2 juta/bulan untuk setiap petani, kami bertanya balik Rp2 juta itu langsung diterima atau hanya kwitansi saja. Karena tidak jelas, maka warga juga semakin ragu menerima sawit masuk,” tukasnya.
    Jumlah penduduk Makarti Jaya hingga tahun 2015 berjumlah 915 jiwa atau 292 Kepala Keluarga, dan 95 persen diantaranya adalah petani kakao.
    Menurut Suharto, warga lebih memilih mengembangkan kakao yang ditanam sejak tahun 1996 meski dalam pemasarannya masih bergantung pada tengkulak.
    Sementara itu, lembaga yang bergerak di bidang pelestarian burung dan habitatnya, “Burung Indonesia”, mendukung Makarti Jaya yang ingin mengembangkan kakao.
    “Kami memfasilitasi 8 petani kakao dari empat desa yakni Makarti Jaya, Puncak Jaya, Pancakarsa 1, dan Pancakarsa serta 1 orang dari Dinas Perkebunan dan Pertanian. Mereka studi banding perawatan dan pengolahan  cokelat di Sulawesi Selatan,” kata Fajar Kaprawi dari Burung Indonesia.
    Manajer Program BurunG Indonesia di Gorontalo, Amsurya W. Amsa mengatakan Pemerintah Kabupaten Pohuwato telah memberikan 7 izin Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit.
    “Salah satu HGU bahkan berada di wilayah desa dan sebagian lahan permukiman masyarakat desa masuk dalam peta lokasi HGU oleh PT WIra Sawit Mandiri di Kecamatan Taluditi,” tukasnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com