• Di OKI Puluhan Koperasi Mati Suri

    0

     

    KAYUAGUNG, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sangat serius dalam pembangunan desa. Bahkan Bupati OKI, Iskandar SE sejak menjabat dua tahun lalu telah mencanangkan program satu desa satu koperasi.

    Program ini bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran serta mengurangi ketimpangan pendapatan antara penduduk desa dengan kota, sehingga desa menjadi pusat perhatian pemerintah OKI dalam pembangunannya. Akan tetapi, program mulia Bupati OKI tersebut dinilai sulit tercapai.

    Berdasarkan data yang didapat jumlah koperasi di Kabupaten OKI terdata pada Juni 2015 sebanyak 347 unit, sedangkan yang aktif sebanyak 267 unit, dan yang tidak aktif 80 unit sementara jumlah koperasi yang melaksanakan RAT tahun 2015 sebanyak 70 unit.

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) OKI, Iskandar ZA mengatakan, dirinya tidak menampik terkait adanya koperasi yang mati suri akan tetapi dirinya enggan menjelaskan berapa jumlah pasti koperasi di OKI yang mengalami mati suri. “Kita belum mengetahui berapa jumlah koperasi yang mati suri. Aktif tidak aktifnya koperasi itu dapat dilihat dari pelaksanaan RAT kalau koperasi itu melaksanakan RAT berarti koperasi tersebut aktif namun sebaliknya, dan sudah menjadi tugas kita menjadikan koperasi yang tidak aktif menjadi aktif,”katanya.

    Kata Iskandar, hingga saat ini baru 245 desa yang sudah memiliki koperasi dan 85 desa belum memiliki koperasi. Tahun ini, pihaknya memprogramkan sebanyak 50 koperasi  dan sisanya sebanyak 35 koperasi akan dituntaskan pada 2017. “ Sejalan dengan program kerja pak bupati kita akan menuntaskan satu desa satu koperasi pada 2017 mendatang,”jelasnya.

    2015 lalu katanya, Disperindagkop juga telah membentuk sebanyak 50 koperasi dan pemerintah membantu legalitas koperasi tersebut berupa pengurusan akta pendirian. “Hingga saat ini ke 50 koperasi tersebut masih dalam tahap pembinaan dan evaluasi,”ungkapnya.

    Sementara itu, Welly Tegalega SHI Pemuda Pemantau Pembangunan OKI mengatakan, pada dasarnya program Bupati OKI yang mencanangkan satu desa satu koperasi sangat bagus, akan tetapi harus diimbangi dengan kinerja dinas yang menanganinya. “ Seharusnya instansi terkait harus paham dulu apa itu koperasi jangan hanya memprogramkan tapi tidak mengerti bagaimana program mulia ini akan berjalan,”jelasnya.

    Menurutnya, pemerintah jangan hanya memprogramkan akan tetapi harus ada upaya pembinaan terhadap pengurus koperasi khususnya yang kurang aktif melalui kegiatan pelatihan manajemen.

    Selain itu kata Welly, dirinya melihat banyak koperasi di Kabupaten OKI yang mengalami mati suri. Ditambah dengan koperasi bentukan pemerintah pada 2015 lalu sebanyak 50 koperasi yang hingga kini hanya ada nama dan tidak bisa melakukan aktifitas karena terkendala dengan permodalan.

    “Yang ada saja masih banyak tidak aktif ditambah 50 koperasi bentukan pemerintah yang hingga kinipun belum aktif seharusnya dinas terkait sebelum memprogramkan harus dipelajari dulu,”katanya.(ata)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com