• Danlantamal V Tekankan Prajurit Berantas Narkoba

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) V Brigjen TNI Mar Rudy Andi Hamzah menekankan agar seluruh prajurit dan PNS jajarannya memedomani dan melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo terkait pemberantasan narkoba.
    Danlantamal V dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, menyebutkan, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang mencapai kurang lebih 5 juta jiwa merupakan fenomena gunung es. Belum lagi kondisi geografis Indonesia yang terbuka dan jumlah penduduk yang besar.
    “Ini merupakan peluang bagi sindikat narkoba internasional. Mereka dapat masuk ke Indonesia karena banyaknya pintu masuk semacam ‘jalur-jalur tikus’. Sementara itu, jumlah penduduk yang besar dijadikan pasar terbesar di Asia Tenggara,” paparnya.
    Menurut Rudy, perintah Presiden melalui siaran pers Tim Komunikasi Presiden yang diungkapkannya pada waktu rapat terbatas Rabu (24/2) guna membahas masalah narkoba ini sangat perlu dipedomani oleh seluruh prajurit di jajaran.
    “Hal ini selaras dengan ST Kasal No ST/47/2016 tanggal 18 Februari 2016 yang berisi ancaman bagi prajurit TNI AL yang tertangkap dan terlibat penyalahgunaan Narkotika, Obat berbahaya dan Zat Aditif lainnya langsung Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH atau dipecat) melalui Sidang DKP untuk perwira, dan Tim Peneliti Tabiat untuk Bintara dan Tamtama dalam waktu maksimal satu bulan sejak dimulainya penyidikan oleh Pomal,” tegas Danlantamal V.
    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan adanya langkah-langkah pemberantasan narkoba yang lebih gencar lagi.
    “Saya ingin ada langkah pemberantasan narkoba yang lebih gencar lagi, yang lebih berani lagi, yang lebih gila lagi, yang lebih komprehensif lagi dan dilakukan secara terpadu,” kata Presiden saat membuka Rapat Terbatas dengan topik Pemberantasan Narkoba dan Program Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (24/2).
    Adapun penekanannya adalah pertama, sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, harus bergerak bersama, bersinergi.
    “Semua kementerian lembaga menghilangkan ego sektoral, semuanya keroyok ramai-ramai,” kata Presiden.
    Kedua, nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba dengan melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap jaringan-jaringan yang terlibat. Ketiga, tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk ke mana-mana.
    “Tutup celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun di bandara maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita,” ujar Presiden.
    Keempat, Presiden meminta agar digencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan kampanye ini utamanya menyasar generasi muda.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com