• Dana Desa DIY Naik 210 Persen

    0

    Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Dana desa di Daerah Istimewa Yogyakarta naik 210 persen dari Rp128 miliar menjadi Rp280 miliar karena serapan anggaran yang bagus, kata anggota Badan Anggaran DPR RI Sukamta.
    “Pada 2015, anggaran dana desa untuk DIY masih relatif kecil yakni Rp128 miliar, khusus Kabupaten Kulon Progo Rp26 miliar. Pada 2016, dana desa untuk DIY mencapai Rp280 miliar atau naik 210 persen, khusus Kulon Progo Rp60 miliar,” kata Sukamta dalam acara sosialisasi Kebijakan Dana Desa 2016 di Kabupaten Kulon Progo, Kamis.
    Ia berharap dana desa pada 2017 sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 yakni Rp1 miliar sehingga desa mampu menjadi motor pembangunan di tingkat bawah.
    “Dulu, semua kebijakan di tingkat bawah ditangani pemerintah pusat, tapi sekarang di balik uang dikelola di bawah,” katanya.
    Menurut dia, dana desa harus dimanfaatkan secara maksimal. Ia juga mengatakan Kabupaten Kulon Progo merupakan kabupaten siap melaksanakan undang-undang, dimana sudah mengesahkan perda turunan tentang desa.
    “Kabupaten Kulon Progo ini ibarat mobil dengan bodi bagus, mesinnya juga tune up, tinggal bahan bakar. Kami berharap, dana desa ini menjadi bahan bakar, sehingga percepatan pembangunan desa cepat terlaksana,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera daerah pemilihan (dapil) DIY ini.
    Namun demikian, ia mengatakan di desa-desa wilayah Kulon Progo masih ada yang mendapat dana desa Rp150 juta hingga Rp200 juta atau tidak merata.
    “Pada 2017, diharapkan dana desa diterapkan penuh, seperti janji kampanye Jokowi, Rp1 miliar per desa. Mulai 2016, kita tagih bersama. Kalau dana desa terpenuhi, desa-desa di Kulon Progo yang sudah siap membangun segera melesat,” katanya.
    Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan Pemkab Kulon Progo telah berhasil menyelenggaranan pemerintah dengan biak pada 2015, sehingga mendapat dana insentif daerah (DID) sebesar Rp39,2 miliar atau tertinggi di kabupaten/kota di DIY.
    “Pendapatan DID Kabupaten Kulon Progo terbaik di DIY, secara nasional DID tertinggi Rp40 miliar,” katanya.
    Saat sosialisasi, ia menawarkan kepada kepala desa terkait mekanisme pencairan dana desa. Mereka mengharapkan pencairan dana desa dibagi dalam dua tahap yakni 60:40 dari total anggaran.
    Mardiasmo juga berjanji akan mencairkan dana desa secepatnya bila sudah menyelesaikan rencana penggunaan anggaran. Hal ini supaya dana desa terserap dengan baik, dan pembangunan desa berlangsung cepat dan bagus.
    “Masukan ini akan kami komunikasikan dan dapat direalisasikan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com