• Bulog Siap Salurkan Beras Bencana 1.400 Ton

    0

         Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Badan Urusan Logistik (Bulog) Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) siap menyalurkan beras dengan peruntukan bagi bencana alam termasuk korban banjir dengan alokasi selama tahun ini 1.400 ton.
    “Setiap tahun, kita sediakan beras bagi korban bencana. Jika diperlukan tambahan, kita siap penuhi. Seperti tahun ini, kami telah alokasikan 1.400 ton untuk Riau,” papar Kepala Humas Perum Bulog Riau dan Kepri, Hendra Gunafi di Pekanbaru, Rabu.
    Ia menjelaskan, total 1.400 ton tersebut terdiri dari cadangan beras pemerintah provinsi dialokasikan 200 ton dan masing-masing kabupaten/kota di Riau mendapat alokasi sebesar 100 ton.
    Walau pada awal tahun ini telah terjadi bencama banjir menimpa beberapa daerah di Riau, kata dia, namun hingga saat ini belum terdapat kabupaten/kota atau provinsi terutama masing-masing melalui kepala daerah mengajukan permohonan penyaluran beras bencana.
    “Hingga kini, belum ada kepala daerah terutama bupati yang meminta kita untuk salurkan bantuan beras. Mungkin sampai saat ini mereka bisa tanggulangi,” katanya.
    Bulog Riau dan Kepri sampai tanggal 4 Februari 2016 tersedia stok beras mencapai 25 ribu ton yang tersebar di masing-masing daerah dengan perkiraan ketahanan pasokan hingga lima bulan ke depan.
    Bulog Riau dan Kepri memiliki sembilan titik gudang seperti Riau dengan kapasitas 8.000 ton, Kampar 1.000 ton, Tanjung Pinang 5.000 ton, Dumai 14.500 ton, Ranai-Natuna 2.000 ton, Batam 4.000 ton, Bengkalis 1.500 ton, Tembilahan 1.000 ton dan Rengat 1.000 ton.
    Sebanyak 5.000 jiwa di Kabupaten Kampar telah mengungsi akibat banjir yang merendam 50 desa di daerah setempat pada Selasa (9/2).
    “Mereka ditampung pada puluhan tenda yang tersebar di tujuh posko penanggulangan bencana,” kata Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Kabupaten Kampar, M Nasri.
    Nasri menjelaskan kondisi pengungsi saat ini dalam keadaan aman termasuk kebutuhan logistik bahan makanan dan tempat tidur.
    “Ada posko induk di Lapangan Merdeka Kampar, ditambah posko pembantu di beberapa kecamatan,” urainya.
    Posko pelayanan kesehatan lengkap dengan para medis siaga di setiap posko. Sejauh ini korban jiwa belum ada perubahan masih satu orang diawal bencana.
    Demikian juga kasus sakit penyakit yang memerlukan penanganan darurat dan emergensi sejauh ini tidak ada yang mengkhawatirkan.
    Sementara saat ini kondisi ketinggian air, kata M Nasri lagi, di 50 desa yang terendam mulai surut. “Ketinggian air surut dari 150 cm menjadi 78-80cm,” bebernya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com