• BPBD Maluku Salurkan Bantuan Masyarakat Gagal Tanam

    0

    Ambon, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku segera menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang mengalami gagal tanam karena kekeringan berkepanjangan.
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Farida Salampessy di Ambon, Jumat, mengatakan Bupati MTB Bitto Temar sudah melaporkan bencana kekeringan di daerahnya dan laporan itu ditindaklanjuti dengan melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait yang dipimpin Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua.
    “Keputusan rapat itu, yakni BPBD Maluku akan memberikan bantuan pangan, terutama beras sebanyak 100 ton  dan bantuan lainnya berupa tandon air 10 buah serta dua unit mobil tangki air,” katanya.
    Bantuan berupa beras, lanjut Farida, akan diupayakan ada penambahan hingga 250 ton karena kebutuhan beras di daerah itu mencapai 325 ton, selain itu juga akan diberi umbi-umbian yang sementara cukup membantu masyarakat setempat.
    “Mengapa jumlahnya sebanyak itu, karena kebun ladang masyarakat yang biasanya pada musim hujan menanam padi dan jagung, tetapi karena kekeringan berkepanjangan, sehingga gagal tanam,” ujarnya.
    Ia mengungkapkan sesuai informasi yang diperolehnya, ada 10 kecamatan di MTB yang mengalami kekeringan sehingga bantuan beras difokuskan pada sejumlah kecamatan itu.
    Secara teknis pembagian bantuan tersebut diatur oleh pemerintah daerah setempat.
    “BPBD hanya sebagai koordinator, karena urusan masalah bencana melibatkan Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Dinas PU dan instansi terkait lainnya,” kata Farida
    Bantuan beras 100 ton, tandon air 10 buah dan dua mobil tangki air, akan dimuat dengan menggunakan kapal ferry yang diberangkatkan Sabtu (20/2).
    “Sebenarnya bantuan tersebut sudah disalurkan beberapa hari yang lalu, tetapi karena transportasi ke daerah itu sangat susah, sehingga menunggu jadwal angkutan kapal ferry,” ujarnya.
    Farida mengatakan Maluku mengalami dua musim yakni musim hujan dan kemarau tetapi tidak merata, yaitu tidak semua mendapatkan hujan meski musim hujan.
    “Sekarang  wilayah bagian tenggara masih kering sedangkan wilayah lainnya sudah hujan dan terjadi banjir seperti di Kabupaten Buru,” katanya.
    Karena itu, BPBD selalu melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat atau melalui organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan yang peduli terhadap bencana.
    “Menariknya, Gereja Protestan Maluku (GPM), dalam struktur kelembagaan gereja, ada Bidang Penanggulangan Bencana, sehingga komunitas umat mulai dari klasis sampai dengan unit pelayanan jemaat paling kecil, dilibatkan dalam  kegiatan  sosialisasi. Kami juga biasanya melakukan sosialisasi ke gereja-gereja.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com