• BPBD Banyumas Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

    0

    Purwokerto,jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana tanah longsor dan banjir yang berpeluang terjadi pada bulan Februari-Maret 2016.
    Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), musim hujan kali ini masih dipengaruhi oleh El Nino sehingga dimungkinkan puncak musim hujan berlangsung pada bulan Februari-Maret, katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu.
    Bahkan, kata dia, intensitas hujan di Banyumas pada minggu pertama bulan Februari 2016 menunjukkan adanya peningkatan sehingga mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa wilayah kabupaten itu.
    Terkait itu, dia mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan relawan berikut sarana dan prasarana terutama yang berada di kantor BPBD Banyumas.
    “Kami ada 15 relawan yang ‘on call’ 24 jam. Peralatan untuk mendukung aktivitas di lapangan juga sudah kami siapkan seperti perahu karet dan gergaji mesin,” katanya.
    Selain itu, kata dia, pihaknya juga meningkatkan koordinasi dengan relawan lainnya seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) termasuk TNI/Polri serta masyarakat.
    Menurut dia, pihaknya juga melaksanakan patroli perkotaan khususnya di kota Purwokerto jika terjadi hujan lebat guna memantau kemungkinan terjadinya banjir.
    “Kami juga selalu informasikan prakiraan cuaca dari BMKG kepada masyarakat melalui media sosial maupun radio,” katanya.
    Dia mengakui bahwa hujan lebat yang terjadi pada Jumat (5/2) siang hingga malam mengakibatkan enam rumah di empat desa/kelurahan tertimpa tanah longsor, yakni rumah Sigit, warga RT 03 RW 01, dan Sunar, warga RT 05 RW 01, Desa Karangendep, Kecamatan Patikraja, serta rumah Sukirno, warga Grumbul Sawangan RT 04 RW 04, Desa Samudra Kulon, Kecamatan Gumelar.
    Selanjutnya, rumah Nadir dan Ratim, warga Grumbul Mertinggi RT 03 RW 07, Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati, serta rumah Kusnadi, warga Kelurahan Karangklesem RT 02 RW 08, Kecamatan Purwokerto Selatan.
    Prasetyo mengatakan bahwa wilayah-wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai daerah rawan bencana tanah longsor.
    Selain longsor, kata dia, hujan lebat yang terjadi pada Jumat (5/2) siang hingga malam juga mengakibatkan banjir di Perumahan Karangsari, Desa Karangrau, Desa Karangkedawung, Desa Sokaraja Tengah, dan Kecamatan Sokaraja serta Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor.
    Kendati demikian, banjir yang disebabkan luapan Sungai Bener yang melintas di wilayah itu telah surut pada Sabtu (6/2) dini hari.
    Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo memprakirakan curah hujan bulan Februari untuk wilayah Kabupaten Cilacap bagian barat-utara, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara berkisar 300-400 milimeter.
    “Curah hujan 300-400 milimeter termasuk tinggi sehingga warga diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com