• BKKBD Tangerang Petakan Rawan Pelecehan Seksual Anak

    0

        Tangerang, jurnalsumatra.com – Aparat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan pemetaan pada sembilan kecamatan yang rawan terhadap kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak.
    “Kami memberikan konseling kepada korban dan pihak berkepentingan lainnya agar tindak kekerasan dan pelecehan tersebut dapat berkurang,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perempuan BKKBD Kabupaten Tangerang Dian Hartati di Tangerang, Senin.
    Dia mengatakan lokasi rawan kasus tersebut yakni di Kecamatan Panongan, Sindang Jaya, Tigaraksa, Cikupa, Jayanti, Balaraja, Kosambi, Pasar Kemis dan Pakuhaji.
    Namun pihaknya belum dapat merinci jumlah korban tapi angkanya masih tinggi dan masih menunggu laporan penangganan oleh aparat Polresta Tangerang.
    Pihaknya mengharapkan agar warga dapat melaporkan bila anaknya menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual karena masih ada anggapan bahwa masalah itu dianggap memalukan bila menimpa anaknya.
    “Banyak orang tua atau pihak keluarga yang mendiamkan kasus seperti itu dan kadang enggan melaporkan ke pihak berwenang,” katanya.
    Dia mengharapkan supaya jangan ragu dan sungkan melaporkan karena pelaku kasus kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak mendapatkan sanksi berat.
    Bahkan korban juga dilindungi agar tidak trauma dan mendapatkan konseling dari petugas Polresta dan BKKB setempat.
    Untuk menghindari terjadi kasus pelecehan tersebut, maka orang tua diharapkan dapat mengawasi tindak tanduk anak di luar rumah.
    Salah satu penyebab kasus kekerasan dan pelecehan seksual anak terjadi melalui jejaring media sosial, mereka baru kenalan kemudian jalan bareng tanpa pengawasan orang tua.
    “Laporan yang banyak kami terima karena korban berkenalan di jejaring media sosial kemudian menjadi korban,” katanya.
    Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Irman Sugema mengatakan peran orang tua dalam mengawasi anak sangat penting demi menghindari terjadi pelecehan dan kekerasan seksual anak.
    Irman menambahkan jangan biarkan anak pada Sabtu malam pergi berduaan dengan pacarnya mengunakan sepeda motor dan kadang pulang hingga larut malam, ini biasanya awal dari petaka.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com